
tuntun yang susah dan lesu masuk ke kandang dombaMu.
2. Yang tersesat suluhilah dengan terang anugerah;
halau godaan penyemu dengan terang cahayaMu.
3. Domba yang hilang carilah, sembuhkan luka hatinya
hingga padanya Kauberi damai sorgawi tak henti.
4. Yang tuli buatlah sembuh 'kan mendengarkan sabdaMu;
yang bisu pun pulihkanlah 'kan mengungkapkan imannya
5. Yang buta Kaucelikkanlah, yang tercerai satukanlah;
pulangkan yang menjauhiMu, yang ragu buatlah teguh.
6. Maka bersatu-padulah sekarang dan selamanya
kami memujiMu terus dalam terangMu yang kudus.
Makna Lagu O Yesus Trang Baka
Lirik ini menggambarkan Yesus sebagai “Terang baka” atau cahaya abadi yang hadir untuk menerangi dunia yang gelap. Dunia di sini bukan cuma gelap secara fisik, tapi juga melambangkan kebingungan, kesusahan, dosa, dan hidup yang kehilangan arah. Yesus digambarkan sebagai gembala yang menuntun, melindungi, dan mengundang manusia untuk kembali ke “kandang domba”-Nya, yaitu tempat yang aman dan penuh kasih. Pesannya jelas: siapa pun yang lelah, tersesat, atau merasa hancur tetap punya jalan pulang.
Lagu ini juga menekankan karya pemulihan yang dilakukan Yesus bagi manusia. Yang tersesat dituntun, yang terluka disembuhkan, yang buta dicelikkan, bahkan yang bisu dan tuli dipulihkan. Semua gambaran ini bukan cuma soal fisik, tapi juga kondisi hati dan iman manusia yang sering kali “rusak” atau melemah. Intinya, Yesus hadir untuk memulihkan seluruh aspek kehidupan manusia supaya kembali utuh dan bisa hidup dalam terang-Nya.
Di bagian akhir, lagu ini menutup dengan gambaran persatuan dan penyembahan yang abadi. Ketika manusia dipulihkan oleh terang Tuhan, hasilnya adalah hidup yang penuh syukur dan pujian. Maknanya sangat relevan: dalam hidup yang sering kacau dan penuh tantangan, selalu ada harapan untuk dipulihkan dan disatukan kembali dalam kasih Tuhan. Intinya, lagu ini mengajak kita untuk datang kepada Yesus sebagai terang yang menyembuhkan, menuntun, dan memberikan damai sejati.




















