Mengapakah tak lagi kau menjunjung citra sorga?
Majusi datang padamu mencari Putra Damai;
Engkau gelisah terkejut, tak sadar Ia sampai.
2. Yerusalem, mengapakah kausangkal maksud Tuhan?
Di manakah sejahtera yang harus kauwujudkan?
Serupa dulu sang Firaun membunuh anak-anak,
Herodes pun di takhta Daud telah berbuat jahat.
3. O Betlehem di Efrata, tempat mesias lahir,
mestinya kau bahagia sebab Rajamu hadir.
Tetapi duka dan gentar mengganti damai itu:
Di mana-mana terdengar ratapan ibu-ibu.
4. O Betlehem, pusaka Daud, anakmu kaukuburkan,
tetapi di Mesir nunjauh Yang Satu diluputkan.
Serupa Musa yang kecil dijaga oleh Miryam,
Sang Bayi Yesus di Mesir tentram dengan Maria.
5. Yerusalem dan Betlehem, tempatmu tidak aman;
seluruh bumi, kau telah sesat sepanjang zaman.
Manusia, bertobatlah, tinggalkan kejahatan,
Sebab dengan sejahtera Mesias sudah datang!
Makna Lagu Yerusalem, O Kota Daud
rik lagu ini menggambarkan suasana sedih dan penuh ironi saat Mesias datang ke dunia. Yerusalem yang seharusnya menjadi kota damai dan dekat dengan Tuhan justru digambarkan kehilangan arah. Kedatangan Yesus malah disambut dengan ketakutan dan kekacauan, bukan sukacita. Lagu ini menunjukkan bagaimana manusia sering kali gagal mengenali kebaikan dan harapan yang sebenarnya sudah hadir di depan mata karena sibuk dengan rasa takut, ego, dan ambisi kekuasaan.
Bagian tentang Herodes dan pembunuhan anak-anak memperlihatkan sisi gelap manusia ketika iri hati dan rasa terancam menguasai hati. Situasi itu disamakan dengan kisah Firaun di zaman Musa, yang juga takut kehilangan kekuasaan. Dari sini terasa pesan bahwa sejarah kejahatan manusia sering terulang ketika orang lebih memilih mempertahankan kekuasaan daripada menerima damai dan kebenaran. Namun di tengah tragedi itu, Yesus tetap dilindungi dan menjadi simbol harapan bahwa rencana Tuhan nggak bisa dihentikan oleh kejahatan manusia.
Di akhir lagu, pesannya jadi sangat kuat dan relevan: dunia memang sering tersesat, penuh konflik, dan jauh dari damai sejati. Tapi lagu ini mengajak manusia untuk bertobat dan meninggalkan kejahatan karena Mesias datang membawa damai untuk semua. Intinya, lagu ini bukan cuma cerita tentang masa lalu, tapi juga sindiran halus buat kehidupan sekarang—bahwa manusia perlu kembali pada kasih, perdamaian, dan hati yang benar supaya dunia nggak terus hidup dalam ketakutan dan kekerasan.