Lirik KJ 115 - Berlutut di PalunganMu - Kidung Jemaat

Lirik KJ 115 - Berlutut di PalunganMu - Kidung Jemaat
1. Berlutut di palunganMu, ya Yesus, Sumber Hidup,
kubawa persembahanku yang memang hak milikMu:
hatiku, roh dan jiwaku, seluruh isi hidupku, padaMu berkenanlah!

2. Dahulu dari lahirku, Kau Yesus, sudah lahir;
dan 'ku terpilih olehMu, meski belum 'ku jadi;
Kau sudah mengasihiku dan Kaurelakan diriMu
Supaya kumiliki.

3. Di malam maut yang kelam, ya Yesus, Kau Suryaku:
Kaubawa hidup dan terang dan damai kepadaku.
O Surya kasih yang besar, Pemancar iman yang benar,
CahyaMu sungguh indah!

4. Dengan memandang wajahMu yang suci tak bernoda
tak kunjung puas mataku; padaMu 'ku berdoa.
Andaikan lubuk hatiku seluas laut, Tuhanku,
Hendak kurangkum Dikau!

5. Setiap kali hatiku berduka tak terhibur,
sabdaMu: "Aku Kawanmu, bebanmu Aku pikul.
Mengapa tersedu-sedan? Kubuat jalanmu terang:
Dosamu Kuampuni!"

6. Palungan ini bagiMu terlampau sederhana
dan rumput alas tidurMu tak pantas bagi Raja.
Yang layak bagi Tuhanku: istana, sutra, beledu,
Ayunan mas kencana.

7. Tetapi nikmat dunia, ya Tuhan, tak Kaucari.
Kau datang miskin dan lemah, sengsara Kauhadapi;
Engkau memikul salibMu demi keselamatanku;
Terima kasih, Tuhan!

8. Yang aku mohon padaMu, ya Yesus, hanya satu:
berdiamlah di hatiku sekarang dan selalu.
Jadikanlah nuraniku palunganMu dan takhtaMu;
Limpahkan sukacita!

Makna Lagu Berlutut di PalunganMu

Lirik lagu ini adalah ungkapan hati yang sangat pribadi dan penuh penyerahan kepada Yesus. Di awal, ada gambaran seseorang yang datang “berlutut di palungan”, membawa seluruh hidupnya sebagai persembahan. Ini menunjukkan bahwa Yesus bukan hanya dipuji sebagai Juruselamat, tetapi juga diakui sebagai pusat hidup. Hati, jiwa, dan seluruh diri diserahkan sepenuhnya, seolah berkata bahwa hidup baru benar-benar dimulai saat dekat dengan-Nya.

Selanjutnya, lagu ini menekankan kasih Yesus yang sudah lebih dulu hadir bahkan sebelum manusia menyadarinya. Dia digambarkan sebagai terang di tengah kegelapan, sahabat di saat kesedihan, dan pengampun dosa yang memberi jalan terang. Ada rasa hangat dan aman yang muncul, karena Yesus bukan sosok yang jauh, tetapi yang memahami luka, beban, dan pergumulan manusia. Bahkan saat manusia merasa tidak layak, Dia tetap datang dengan kasih yang tidak berubah.

Di bagian akhir, liriknya berubah menjadi doa yang sangat dalam: permintaan supaya Yesus tinggal di dalam hati selamanya. Ada kesadaran bahwa kemewahan dunia tidak lagi menjadi hal utama, karena yang paling berharga adalah kehadiran Tuhan sendiri. Kalau dikaitkan dengan kehidupan sekarang, lagu ini seperti pengingat bahwa di tengah hidup yang sering sibuk, penuh tekanan, dan mencari banyak hal, ketenangan sejati justru ditemukan saat hati dipenuhi kasih, damai, dan kehadiran Tuhan.

Lirik Lagu Lagu Rohani

Selengkapnya

Berita Artis Terbaru