Wajah Maria cerah berseri: Bayi yang kudus dibuainya.
2. Juga di padang gema terdengar, "Hai gembala, bangunlah!
T'rimalah kabar gembira besar: Lahir Sang Raja Sejahtera!"
3. Senandung indah mengalun mesra, "Nina bobo, tidurlah!"
Suara malaikat menyambut serta, "Damai di bumi, Haleluya!"
4. Mari, teruskanlah kidung megah, "Puji Allah yang kudus!"
Seluruh alam kelak menyembah Putra ilahi, Sang Penebus.
Makna Lagu Dengarlah Kidung
Lirik ini punya makna yang hangat dan penuh damai. Lagu ini menggambarkan suasana kelahiran Yesus yang sederhana tapi sangat spesial. Di tengah malam yang sunyi, Maria meninabobokan bayinya dengan penuh kasih sayang. Walaupun terlihat seperti bayi biasa, sebenarnya Dia adalah sosok kudus yang membawa harapan besar bagi dunia. Nuansanya lembut banget, seperti ingin menunjukkan bahwa kasih dan kedamaian bisa hadir bahkan di situasi yang paling tenang sekalipun.
Selain itu, lirik ini juga membawa pesan sukacita dan kabar baik untuk semua orang. Para gembala diberi tahu bahwa telah lahir Raja Damai yang akan membawa keselamatan. Kehadiran malaikat dan seruan “Damai di bumi” bikin lagu ini terasa penuh harapan, seolah mengajak semua orang untuk hidup dengan kasih, damai, dan saling menguatkan. Jadi, bukan cuma tentang kelahiran seorang bayi, tapi juga tentang datangnya harapan baru bagi dunia.
Di bagian akhir, lagu ini mengajak semua orang untuk memuji Tuhan dan menyambut Sang Penebus dengan hati yang penuh syukur. Pesannya relevan banget sampai sekarang: ketika dunia terasa ribet dan penuh masalah, selalu ada harapan, damai, dan kasih yang bisa jadi penguat hidup.