loko sana loko mari loko lenso manari
kata nyong beta pinta sioh nona e manari
dengar donci a balagu sioh nona ender bahu
meski nona duduk jauh sioh beta panggil trus menyahut
lah lajulah lekas datang kemari
pura pura tidak tahu belum ditanya sudah mau
lah sebab nona suka sendiri
Kisah Lagu Daerah 'Goro Gorone'
Lagu daerah Maluku berjudul Goro Gorone mengangkat tema rayuan ringan. Liriknya menggambarkan rasa kagum seorang pemuda terhadap gadis yang disukainya. Inti pesan dalam lagu ini adalah ajakan untuk bergembira dan menari bersama sambil menggunakan lenso atau saputangan sebagai pelengkap tarian.
Lagu tersebut juga mencerminkan sifat masyarakat Maluku yang hangat, dinamis, dan terbuka dalam menjalin kebersamaan.Selain itu, lagu ini kerap dijadikan sarana pergaulan yang santai untuk menggoda maupun menarik perhatian orang yang dikagumi.
Nuansa yang dihadirkan menunjukkan keakraban serta interaksi sosial yang tetap sopan dalam kehidupan masyarakat kepulauan. Secara umum, Goro-Gorone menggambarkan semangat persaudaraan, keceriaan, dan kebahagiaan yang menjadi ciri khas masyarakat Maluku.