Teliu mit Way Kanan
Sampai pantai lawok jawo
Pesisir rik Pepadun
Jadi sai delom lamban
Lampung sai kaya-raya
Kik ram haga burasan
Hujau ni pemandangan
Huma lada di pematang
Api lagi cengkeh ni
Telambun beruntaian
Tanda ni kemakmuran
Lampung sai…
Sang bumi ruwa jurai
Cangget bara bulaku
Sembah jama saibatin
Sina gawi adat sikam
Manjau rik sebambangan
Tari rakot rik melinting
Ciri ni ulun Lampung
Kisah Lagu Daerah 'Sang Bumi Ruwa Jurai'
Lagu Sang Bumi Ruwa Jurai diciptakan oleh Syaiful Anwar dan memiliki makna sebagai simbol persatuan, kebanggaan, dan kekayaan alam Lampung yang menyatukan dua kelompok adat yaitu Saibatin dan Pepadun, dalam satu wilayah. Lagu ini menjadi simbol budaya yang kuat dan mencerminkan semangat kebersamaan masyarakat Lampung dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman. Selain itu, liriknya juga menunjukkan kemakmuran Lampung melalui hasil bumi seperti lada, kopi, dan cengkeh yang melimpah.
Arti dari Sai Bumi Ruwa Jurai sendiri menggambarkan bahwa dalam satu tanah Lampung terdapat dua aliran adat utama, yakni masyarakat Saibatin yang berasal dari wilayah pesisir dan Pepadun yang berasal dari daerah pedalaman. Lagu ini mencerminkan semangat persatuan serta sikap saling menghormati antara masyarakat asli Lampung dan para pendatang. Perbedaan adat dan budaya digambarkan bukan sebagai pemisah, melainkan sebagai kekayaan yang memperkuat identitas daerah Lampung.