Ku buat sepuluh kemungkinan
Tak sampaikah pesan lelah ketiduran
Atau memang sengaja kau abaikan
Tapi sepertinya ku melihatmu tadi
Dengan kemeja hitam andalan
Benar atau bukan
Atau hanya dalam pikiran rindu tak kesampaian
Mengapa ku tancap gas dan melaju
Padahal lampu kuning telah peringatkanku
Bahaya di depanku
Hati-hati kecewa kan menunggu
Lagu lama yang aku tahu
Kali ini apa lain dari yang kemarin
Tak mau kudengar peringatan
Benar atau bukan
Atau hanya dalam pikiran benar yang kata orang
Mengapa ku tancap gas dan melaju
Padahal lampu kuning telah peringatkanku
Bahaya di depanku
Hati-hati kecewa kan menunggu
Lagu lama yang aku tahu
Acuh sebelum jatuh
Tak jera dari dulu
Gelisah makananku
Iya ku tahu itu
Mengapa ah-ah-ah-ah
Padahal lampu kuning telah peringatkanku
Bahaya di depanku
Hati-hati kecewa kan menunggu
Sudah tahu hanya sepihak rindu
Masih coba lempar dadu peruntunganku
Gegabah nomor satu
Paling-paling menangis seperti dulu
Lagu lama yang aku tahu uh-uh-uh-uh
Lupa buta atau ku batu
Makna Lagu “Lampu Kuning” - Juicy Luicy
Lagu "Lampu Kuning" dari Juicy Luicy menceritakan tentang seseorang yang masih berharap pada orang yang sebenarnya sudah mulai menjauh. Ia mencoba mencari berbagai alasan untuk membenarkan sikap orang tersebut, seperti dalam lirik "ku buat sepuluh kemungkinan, tak sampaikah pesan, lelah ketiduran, atau memang sengaja kau abaikan". Alih-alih menerima kenyataan, ia memilih percaya bahwa mungkin masih ada alasan lain di balik sikap dingin tersebut.
Makna utama lagu ini ada pada simbol "lampu kuning" yang menjadi peringatan untuk berhati-hati sebelum mengambil keputusan. Tokoh dalam lagu sebenarnya sudah sadar bahwa hubungan ini berpotensi membuatnya kecewa, tetapi ia tetap memilih "tancap gas dan melaju". Ia tahu ada tanda-tanda bahaya, tetapi rasa rindu membuatnya mengabaikan logika dan kembali mengejar seseorang yang belum tentu memiliki perasaan yang sama.
Pada akhirnya, lagu ini menggambarkan sikap seseorang yang sulit belajar dari pengalaman. Lirik "sudah tahu hanya sepihak rindu, masih coba lempar dadu peruntunganku" menunjukkan bahwa ia sadar kemungkinan untuk terluka sangat besar, tetapi tetap mencoba berharap. "Lampu Kuning" menjadi cerita tentang hati yang terlalu ingin percaya, meskipun tanda-tanda untuk berhenti sebenarnya sudah terlihat jelas.