Mulutnya terbuka untuk menyebarkan wabah,
time slowly corrodes as her jaws have locked into place.
Waktu perlahan-lahan menggerogoti saat rahangnya terkunci.
At the grips of her own hands this woman carries her victims to their passing,
Di genggaman tangannya, wanita ini membawa korbannya menuju akhir mereka,
they hold back tight.
Mereka menahan diri dengan erat.
For when this woman arches back her skin sheds from her bare limbs,
Saat wanita ini membungkuk, kulitnya terkelupas dari anggota tubuhnya yang telanjang,
her own flesh begins to pile at her own feet.
Dagingnya sendiri mulai menumpuk di kakinya.
This disease continues to dilate as it immerses through the air,
Penyakit ini terus meluas saat menyebar di udara,
she can no longer hide what she is.
Dia tak bisa lagi menyembunyikan siapa dirinya.
Contamination grows in the town where she lays and sleeps,
Kontaminasi tumbuh di kota tempat dia berbaring dan tidur,
she can no longer hide what she is.
Dia tak bisa lagi menyembunyikan siapa dirinya.
Her people before her beg only for forgiveness
Orang-orang di sekelilingnya hanya memohon ampunan
as their flesh begins to peel from their bodies,
saat daging mereka mulai terkelupas dari tubuh mereka,
their flesh pile at their own feet.
daging mereka menumpuk di kaki mereka sendiri.