Empat puluh hari yang lalu, sedikit lebih.
I asked if you would open me slow
Aku bertanya apakah kau mau membuka hatiku perlahan.
I guess, in a way, you did your part
Aku rasa, dalam cara tertentu, kau sudah berperan.
But, bitch, I meant my heart
Tapi, sial, yang aku maksud adalah hatiku.
I'd be happy to write a love song
Aku akan senang menulis lagu cinta.
If someone could stick around long enough
Jika ada yang mau bertahan cukup lama.
For me to compose the first verse
Agar aku bisa menyusun bait pertama.
But each time just gets worse
Tapi setiap kali hanya semakin buruk.
So I sing la la la...
Jadi aku bernyanyi la la la...
You're the five hundred twenty five thousand
Kau adalah orang yang lima ratus dua puluh lima ribu,
Six-hundredth person to tell me that
yang keenam ratus memberi tahu aku itu.
No one could ever love me, I'm crazy
Tak ada yang bisa mencintaiku, aku gila.
And that may well be
Dan mungkin itu benar.
I unwashed my hands in the sludge from your mouth
Aku mencuci tangan di kotoran dari mulutmu.
When you told me to eat your heart out
Saat kau bilang untuk mengorbankan hatimu.
Though I blessed the food, it was just my luck
Walau aku memberkati makanan, itu hanya nasibku.
To your heart my tongue got stuck
Lidahku terjebak di hatimu.
Now I sing la la la...
Sekarang aku bernyanyi la la la...
We set sail a ship already sunk
Kami berlayar dengan kapal yang sudah tenggelam.
You only like me when you are drunk
Kau hanya suka padaku saat kau mabuk.
I've got so much more left to say
Aku masih punya banyak yang ingin diucapkan.
But you'll get hurt some day
Tapi kau akan terluka suatu hari nanti.
And I'll sing la la la...
Dan aku akan bernyanyi la la la...
We were the lucky ones
Kita adalah yang beruntung.
For a minute or so
Selama satu menit atau lebih.
We had a lot of fun
Kita bersenang-senang banyak.
I can't let that go
Aku tak bisa melupakan itu.
La la la...
La la la...