malaikat, maukah kau menerima undangan tengah malamku?
you're born of perfection, yeah, misplaced and torn.
kau lahir dari kesempurnaan, ya, tersesat dan hancur.
funny how you show me the pictures of last minutes you waited for.
lucu bagaimana kau menunjukkan padaku foto-foto menit terakhir yang kau tunggu.
"i thought this was it, i guess i was wrong."
"aku pikir ini dia, sepertinya aku salah."
on friday, half mass heart building a new life.
di hari Jumat, setengah hati membangun kehidupan baru.
open eyes to the sky, the party is all about you.
buka mata ke langit, pestanya semua tentangmu.
you're just looking, you're not searching like june, and last june.
kau hanya melihat, bukan mencariku seperti di bulan Juni, dan Juni yang lalu.
i waited by the phone, you never called.
aku menunggu di telepon, kau tak pernah menelepon.
if this is what you wanted, you got your wish with pink ribbons and glitter and letters you will never return.
jika ini yang kau inginkan, kau mendapatkan harapanmu dengan pita merah muda dan glitter serta surat-surat yang takkan pernah kau balas.
ever after, you know that this is war.
selamanya, kau tahu ini adalah perang.
spilling blood for every last word.
menumpahkan darah untuk setiap kata terakhir.
write it down and move on.
tuliskan dan lanjutkan.
i draw these pictures of words when i cant say anything at all.
aku menggambar gambar kata-kata ketika aku tak bisa berkata apa-apa.
i saw you, i saw you wishing on somebody else.
aku melihatmu, aku melihatmu berharap pada orang lain.
rope them up, run away.
ikat mereka, lari jauh.
these are my last regrets.
ini adalah penyesalan terakhirku.
we're starting over, sure.
kita mulai dari awal, tentu saja.
him and her and him and you a sad move, like benches breaking for you.
dia dan dia dan dia dan kau, langkah yang menyedihkan, seperti bangku yang patah untukmu.
a part of me wont dream of shattering you, so i bury the me in me.
sebagian dari diriku takkan bermimpi untuk menghancurkanmu, jadi aku mengubur diriku di dalam diriku.