Dari sebuah rumah biasa, di jalan yang biasa,
From an ordinary town there came an ordinary girl,
Dari kota biasa datanglah seorang gadis biasa,
A face that looked surprised, a book of dog earred loans?
Wajah yang tampak terkejut, buku pinjaman yang sudah kusut?
Never made a sound, never said a word,
Tak pernah bersuara, tak pernah mengucap sepatah kata,
Nothing was ever seen, nothing was ever heard,
Tak ada yang pernah terlihat, tak ada yang pernah terdengar,
In an ordinary town, and an ordinary girl.
Di kota biasa, dan seorang gadis biasa.
She's feeling, outrageous, so daft and courageous,
Dia merasa, luar biasa, konyol dan penuh keberanian,
She's laughing, flirtacious, we're falling, unconscious,
Dia tertawa, menggoda, kita jatuh, tak sadar,
She's selfish, and needy, she's wanton and greedy,
Dia egois, dan butuh perhatian, dia liar dan serakah,
She's mugging, her lovers, she's bleeding her brothers from the level?
Dia memperdaya, para kekasihnya, dia menguras saudaranya dari level?
In an ordinary house, in an ordinary town,
Di sebuah rumah biasa, di kota biasa,
Upon an ordinary street, nothing was ever found,
Di jalan yang biasa, tak ada yang pernah ditemukan,
By an ordinary girl who never made a sound.
Oleh seorang gadis biasa yang tak pernah bersuara.
She's up in, the attic, she's bristling, with static
Dia di loteng, merasakan ketegangan yang mengganggu
???
???
She's wanton, and needy, she's selfish and greedy,
Dia liar, dan butuh perhatian, dia egois dan serakah,
She's mugging, her lovers, she's bleeding her brothers from the level?
Dia memperdaya, para kekasihnya, dia menguras saudaranya dari level?
The ones she's, been kissing, are strangely, gone missing,
Orang-orang yang telah dia cium, entah kenapa, menghilang,
The day when you wed her, you saw me unteather,
Hari ketika kau menikahinya, kau melihatku terlepas,
This feeling, no never, they all went together
Perasaan ini, tidak pernah, mereka semua pergi bersama.