Kita hidup dalam pengulangan.
Content in the same old shtick again.
Sama seperti trik lama yang itu-itu saja.
Now the routine’s turning to contention;
Sekarang rutinitas ini berubah jadi pertikaian;
like a production line going over and over and over roller coaster.
seperti jalur produksi yang berulang-ulang, seperti roller coaster.
Now I cannot speak, I lost my voice.
Sekarang aku tak bisa bicara, suaraku hilang.
I’m speechless and redundant.
Aku terdiam dan merasa tidak berarti.
‘Cause I love you’s not enough.
Karena "aku mencintaimu" tidak cukup.
I’m lost for words.
Aku kehabisan kata-kata.
Choreographed and lack of passion.
Semuanya teratur tapi tanpa gairah.
Prototypes of what we were.
Kita hanya menjadi prototipe dari apa yang pernah kita jalani.
Went full circle ‘til I’m nauseous.
Berputar hingga aku merasa mual.
Taken for granted now.
Sekarang semua ini dianggap remeh.
Now I waste it, faked it, ate it, now I hate it.
Sekarang aku menyia-nyiakannya, berpura-pura, menikmatinya, sekarang aku membencinya.
Now I cannot speak, I lost my voice.
Sekarang aku tak bisa bicara, suaraku hilang.
I’m speechless and redundant.
Aku terdiam dan merasa tidak berarti.
‘Cause I love you’s not enough.
Karena "aku mencintaimu" tidak cukup.
I’m lost for words, now I cannot speak.
Aku kehabisan kata-kata, sekarang aku tak bisa bicara.