Menggiring sapi itu nggak semudah yang dibilang di film.
And I don’t recall no dance hall girls
Dan aku nggak ingat ada cewek-cewek penari di aula.
Or hotel rooms with rugs
Atau kamar hotel yang ada karpetnya.
You worked hot and tired and nasty
Kamu kerja dalam panas, capek, dan kotor.
Rode your pony’s head too low
Ngangkat kepala kuda kamu terlalu rendah.
There were all the nights you couldn’t sleep
Ada banyak malam di mana kamu nggak bisa tidur.
‘Cause it was too damn cold
Karena terlalu dingin banget.
And you’d sing “Strawberry Roan” and “Little Joe”
Dan kamu nyanyi “Strawberry Roan” dan “Little Joe”.
Like the time we hit the river
Seperti saat kita sampai di sungai.
And the rains began to fall
Dan hujan mulai turun.
And the water was risin’ so damn fast
Dan airnya naik dengan cepat banget.
We thought it’d drown us all
Kami pikir itu bakal menenggelamkan kita semua.
We lost a lot of steers that day
Kami kehilangan banyak sapi hari itu.
And four to five good mounts
Dan empat sampai lima kuda yang bagus.
But when all the boys rode into camp
Tapi ketika semua cowok masuk ke kamp,
We knew that’s what counts
Kami tahu itu yang terpenting.
And we sang, yippie ti yi yay and “Amazing Grace”
Dan kami nyanyi, yippie ti yi yay dan “Amazing Grace”.
Or the night they broke behind us
Atau malam saat mereka menyerang dari belakang kami.
And then took us by surprise
Dan kemudian mengejutkan kami.
I whistled out to Bonner, I seen the terror in his eyes
Aku melambaikan tangan ke Bonner, aku lihat ketakutan di matanya.
And he rode for all his horse would ride
Dan dia mengendarai kudanya sekuat tenaga.
And I know he done his best
Dan aku tahu dia sudah berusaha sebaik mungkin.
But he crossed over Jordan ridin’ Dunny to his death
Tapi dia menyeberang ke Jordan dengan Dunny menuju kematiannya.
And we sang “Bringing in the Sheaves” and “The Rugged Cross”
Dan kami nyanyi “Bringing in the Sheaves” dan “The Rugged Cross”.
So when you see the cowboy, he’s not ragged by his choice
Jadi, ketika kamu melihat koboi, dia nggak kumuh karena pilihannya.
He never meant to bow them legs
Dia nggak pernah berniat untuk membungkukkan kakinya.
Or put that gravel in his voice
Atau membuat suaranya serak.
He’s just chasin’ what he really loves
Dia hanya mengejar apa yang benar-benar dia cintai.
And what’s burnin’ in his soul
Dan apa yang membara di jiwanya.
Wishin’ to God that he’d been born a hundred years ago
Berharap kepada Tuhan seandainya dia lahir seratus tahun yang lalu.
Still singin’ “Strawberry Roan” and “Little Joe”
Masih nyanyi “Strawberry Roan” dan “Little Joe”.