Aku ngobrol dengan mata biru,
One dizzy Friday night,
Suatu malam Jumat yang bikin pusing,
There was a cherry drop who didn’t wanna stop.
Ada cewek manis yang nggak mau berhenti.
I met a dandelion,
Aku bertemu dengan dandelion,
I met a lemon cloud,
Aku bertemu dengan awan lemon,
I saw a pornographic phonograph spin ‘round.
Aku melihat phonograph yang berputar dengan gambar-gambar panas.
Chorus:
But there ain’t no one,
Tapi tak ada yang,
Who turns me like you do,
Yang bisa bikin aku terpesona seperti kamu,
And there ain’t no one,
Dan tak ada yang,
Who does it like, does it like you (do),
Yang bisa melakukannya seperti kamu,
And when we’re goin’,
Dan saat kita pergi,
I like the way you move,
Aku suka cara kamu bergerak,
There ain’t no one,
Tak ada yang,
Ain’t no one.
Tak ada yang.
Talked to a digital trick,
Ngobrol dengan seorang gadis digital,
Who’s nicknamed ‘Appleseed,’
Yang dijuluki 'Appleseed',
Who gets down at the Abbey on both knees to please.
Yang berlutut di Abbey untuk menyenangkan.
I met a razor mouth,
Aku bertemu dengan mulut tajam,
A little vampire,
Seorang vampir kecil,
A little battery who never gets tired.
Baterai kecil yang tak pernah lelah.
Chorus
There ain’t no one who compares,
Tak ada yang bisa dibandingkan,
There ain’t no one keeps me high,
Tak ada yang bisa bikin aku melayang,
There ain’t no one makes me stare,
Tak ada yang bisa bikin aku terpesona,
Like I can’t believe my eyes.
Seolah aku tak percaya dengan mataku.
There ain’t no one makes me weak,
Tak ada yang bisa bikin aku lemah,
Hardly speak, find a drink so I can think,
Hampir tak bisa bicara, cari minuman supaya bisa berpikir,
There ain’t no one,
Tak ada yang,
Ain’t no one.
Tak ada yang.
Chorus