Andai ada hari yang kedelapan
Sebelum kau tinggalkan
Seminggu tak cukup kita habiskan
Aku benci hidup
Tapi mati apa pasti
Bertemu denganmu lagi?
Kenalkah wajah ini
Bila berjumpa ku nanti?
Ingatkah tahunan cerita
Kita bersama
Mungkinkah engkau akan
Ingat namaku dan pegang
Tanganku seakan akan
Abadi bak garis angka delapan
Sayang seribu sayang
Andai ada hari yang kedelapan
Aku benci tapi hidup kan tak pasti
Bertemu denganmu lagi
Tak ada yang selamanya
Lekas atau lambat akan datang juga waktunya
Kadang kadang bisa lupa sesekali
Kadang rindu muncul lagi
Tak bisa kutambah hari, suka tak suka kunikmati
Makna di balik lagu 'Lagu 8'
Lagu Lagu 8 dari Fajar Noor adalah lagu penutup di album Sementara, Selamanya yang punya cerita menyentuh tentang kehilangan orang tercinta. Lagu ini menggambarkan perasaan seseorang yang masih menyimpan rindu besar setelah ditinggal oleh orang yang berarti dalam hidupnya, seperti orang tua atau anggota keluarga terdekat. Meski waktu terus berjalan, rasa kehilangan itu masih terasa dan meninggalkan banyak kenangan yang sulit dilupakan.
Lewat liriknya, lagu ini juga menunjukkan berbagai pertanyaan yang sering muncul saat kita merindukan seseorang yang sudah tiada. Ada harapan untuk bisa bertemu lagi suatu saat nanti sekaligus rasa penasaran apakah kenangan dan ikatan yang pernah ada akan tetap tersimpan selamanya