Pernahkah kau melihat hati yang terbaring sekarat,
Or what's left of it's life slips away?
Atau apa yang tersisa dari hidupnya menghilang?
Well any tears that get shed ain't worth cryin',
Nah, air mata yang terjatuh itu nggak ada gunanya,
'Cause I've seen plenty I'm lucky that way.
Karena aku sudah melihat banyak hal, aku beruntung begini.
Have you ever heard a voice start to moanin',
Pernahkah kau mendengar suara mulai merintih,
After despair's choked its last words away?
Setelah putus asa menghabiskan kata-katanya yang terakhir?
Well, any worse sound defies your ears even knowin',
Nah, suara yang lebih buruk pun sulit didengar meski kau tahu,
And, Lord, I've heard plenty I'm lucky that way.
Dan, Tuhan, aku sudah mendengar banyak, aku beruntung begini.
So wrap your warm arms around me,
Jadi, peluklah aku dengan hangat,
And let our weak hands delight love's sad face.
Dan biarkan tangan kita yang lemah menikmati wajah cinta yang sedih.
Then press your soft lips against me,
Kemudian, tekan bibirmu yang lembut ke arahku,
And let the first bets on new love be made.
Dan biarkan taruhan pertama untuk cinta baru dimulai.
Have you ever watched a couple where a woman stands cryin',
Pernahkah kau melihat pasangan di mana seorang wanita berdiri sambil menangis,
While begging the other to please stay?
Sambil memohon kepada yang lain untuk tetap tinggal?
The awful truth is, it ain't the worth the cryin',
Kebenaran yang menyedihkan adalah, itu tidak layak untuk menangis,
Lord, I've watched plenty: I'm lucky that way.
Tuhan, aku sudah melihat banyak: aku beruntung begini.
Lord, I've watched plenty: I'm lucky that way.
Tuhan, aku sudah melihat banyak: aku beruntung begini.