"Tuan Kesedihan"
Laugh at me, everyone.
[Tertawalah padaku, semua.]
It's true that she left here.
[Memang benar dia sudah pergi dari sini.]
I thought I wish it was a joke.
[Aku berharap ini hanya lelucon.]
But there's nothing in her room.
[Tapi tidak ada apa-apa di kamarnya.]
I'm alone again, but I don't need
[Aku sendirian lagi, tapi aku tidak butuh]
Words to comfort me anymore.
[Kata-kata untuk menghiburku lagi.]
I'm alright cuz I'm used to this kind of thing.
[Aku baik-baik saja karena aku sudah terbiasa dengan hal seperti ini.]
I'm just like a broken toy.
[Aku seperti mainan yang rusak.]
Feeling sad but smiling.
[Merasa sedih tapi tetap tersenyum.]
Drinking so much whiskey.
[Minum banyak wiski.]
Speaking inarticulately.
[Berkata-kata tidak jelas.]
I'm alone again, but I don't need
[Aku sendirian lagi, tapi aku tidak butuh]
Words to comfort me anymore.
[Kata-kata untuk menghiburku lagi.]
I'm alright cuz I'm used to it, my life is always so...
[Aku baik-baik saja karena aku sudah terbiasa, hidupku selalu seperti ini...]
Mr.Sadness, wait a little!
[Tuan Kesedihan, tunggu sebentar!]
Mr.Sadness, please don't let me cry.
[Tuan Kesedihan, tolong jangan biarkan aku menangis.]
Cuz everyone feels down, looking at my crying face.
[Karena semua orang merasa sedih, melihat wajahku yang menangis.]
Don't let me cry.
[Jangan biarkan aku menangis.]
Mr.Sadness, let me keep smiling!
[Tuan Kesedihan, biarkan aku tetap tersenyum!]
Oh at least until my friends leave here.
[Oh setidaknya sampai teman-temanku pergi dari sini.]
Let me hope...
[Biarkan aku berharap...]