Saat langit biru kesayanganmu berubah kelabu,
You felt you couldn't fly again.
Kau merasa tak bisa terbang lagi.
Just like a bird with its wings broken off.
Seperti burung yang sayapnya patah.
You smiled holding back the tears in your eyes
Kau tersenyum menahan air mata di matamu
And you said “That's enough for me.”
Dan kau berkata, "Itu sudah cukup bagiku."
But you keep grasping the fallen feather tight.
Tapi kau terus menggenggam bulu yang jatuh itu erat-erat.
Don't forget, you would tell me
Jangan lupa, kau akan bilang padaku
“I found something to live for...”
"Aku menemukan sesuatu untuk diperjuangkan..."
even if you're laughed at,
meski kau dicemooh,
Want you to stay as you are...
Aku ingin kau tetap seperti dirimu...
Can you hear the tiny voice in your heart?
Bisakah kau mendengar suara kecil di hatimu?
It's your real feelings.
Itu adalah perasaanmu yang sebenarnya.
Open your ears to it and listen carefully
Buka telingamu dan dengarkan dengan baik
Surely crying “I wanna fly again!!”
Pasti berteriak "Aku ingin terbang lagi!!"
Don't forget, you're not alone.
Jangan lupa, kau tidak sendirian.
We are all tiny birds
Kita semua adalah burung-burung kecil
Wishing we could fly freely in the blue sky...
Yang berharap bisa terbang bebas di langit biru...
Can you hear the tiny voice in your heart?
Bisakah kau mendengar suara kecil di hatimu?
It's your real feelings.
Itu adalah perasaanmu yang sebenarnya.
Open your ears to it and listen carefully
Buka telingamu dan dengarkan dengan baik
Surely crying “I wanna fly (again!!”
Pasti berteriak "Aku ingin terbang (lagi!!"
Can you hear the tiny voice in your heart?
Bisakah kau mendengar suara kecil di hatimu?
It's your real feelings.
Itu adalah perasaanmu yang sebenarnya.
Don't lie to yourself about it and listen carefully
Jangan bohong pada dirimu sendiri tentang itu dan dengarkan dengan baik
Surely crying “I wanna fly again!!”
Pasti berteriak "Aku ingin terbang lagi!!"