Bab Satu. Dahulu kala, dan itu adalah waktu yang sangat baik,
There was a moo cow coming down along the road."
Ada seekor sapi yang datang menyusuri jalan.
"So He came Himself in weakness not in power
Jadi Dia datang sendiri dalam kelemahan, bukan dalam kekuatan,
And He sent thee, a creature in His stead,
Dan Dia mengutusmu, makhluk sebagai penggantinya,
With a creature's comeliness and luster
Dengan kecantikan dan kilau makhluk,
Suited to our state.
Cocok dengan keadaan kita.
And now thy very face and form dear mother,
Dan kini wajah dan bentukmu, Ibu tercinta,
Speak to us of the eternal;
Bercerita kepada kami tentang yang abadi;
Not like earthly beauty, dangerous to look upon,
Bukan seperti kecantikan duniawi, berbahaya untuk dipandang,
But like the morning star which is thy emblem,
Tapi seperti bintang pagi yang menjadi lambangmu,
Bright and musical, breathing purity,
Cemerlang dan bersuara merdu, memancarkan kesucian,
Telling of Heaven and infusing peace.
Mengisahkan tentang Surga dan memberikan kedamaian.
O harbinger of day! O light of the pilgrim!
Oh pembawa hari! Oh cahaya peziarah!
Lead us still as thou hast led.
Pimpin kami tetap seperti yang kau lakukan.
In the dark night, across the bleak wilderness
Di malam gelap, melintasi padang gersang
Guide us on to our Lord Jesus, guide us home."
Bimbing kami menuju Tuhan kami Yesus, bawa kami pulang."
"'Tower of Ivory?' they used to say, 'House of Gold?'
'Menara Gading?' mereka biasa berkata, 'Rumah Emas?'
How could a woman be a tower of ivory or a house of gold?"
Bagaimana mungkin seorang wanita bisa menjadi menara gading atau rumah emas?"