A, mundus facit nos redire, redire ad secessum.
Oh, dunia membuat kita kembali, kembali ke tempat sepi.
Spesne aliquando veniat animis tenebrosis quae solae ambulant.
Semoga suatu saat harapan datang pada jiwa-jiwa gelap yang berjalan sendirian.
Hear my silent prayer as I weep tonight!
Dengarkan doaku yang hening saat aku menangis malam ini!
Dawn gets greyer, thou hast taken flight!
Fajar semakin kelabu, kau telah pergi jauh!
Love abandons the soil, leaves a shade…
Cinta meninggalkan tanah, menyisakan bayangan…
It whispers ’goodbye’ as we quietly fade… away!
Ia membisikkan 'selamat tinggal' saat kita perlahan memudar… pergi!
Lacrimae ex oculis meis fluunt,
Air mata mengalir dari mataku,
sed crepusculum fletum meum tranquillat.
tapi senja menenangkan tangisanku.
Please, give us wings to fly!
Tolong, berikan kami sayap untuk terbang!
Without love our world dies… it dies!
Tanpa cinta, dunia kita mati… ia mati!
To drown in the cold mournful sea…
Tenggelam di lautan dingin yang penuh duka…
So lost here in a world not meant to be... for me!
Begitu tersesat di dunia yang bukan untukku…
The fading moon cries in vain,
Bulan yang memudar menangis sia-sia,
as the rising sun reflects my pain.
sementara matahari terbit mencerminkan rasa sakitku.
We sail on seas of guilt and shame,
Kita berlayar di lautan rasa bersalah dan malu,
but still we feed this love-lost flame... with hope!
tapi tetap kita memberi makan api cinta yang hilang… dengan harapan!
Hear my silent weeping as I pray tonight…
Dengarkan tangisku yang hening saat aku berdoa malam ini…
Night grows colder, but I see a new light.
Malam semakin dingin, tapi aku melihat cahaya baru.
Beautiful night, to thee we pray;
Malam yang indah, kepada-Mu kami berdoa;
Let the truest of love come our way!
Biarkan cinta yang sejati datang kepada kita!
Beautiful night, to thee we pray;
Malam yang indah, kepada-Mu kami berdoa;
Let all the illusions just wither away!
Biarkan semua ilusi memudar begitu saja!