Angin bertiup, melalui pepohonan pinus
Always stealing from me, father time
Selalu mencuri dariku, waktu sang ayah
Taking from me, what was never mine
Mengambil dariku, apa yang sebenarnya bukan milikku
One more day
Satu hari lagi
One more night
Satu malam lagi
Always longing, for the past
Selalu merindukan masa lalu
Taking for granted, the time at hand
Menganggap remeh waktu yang ada
Every moment, like shifting sand
Setiap momen, seperti pasir yang mengalir
Leaving weary
Meninggalkan keletihan
The strongest man
Orang terkuat sekalipun
Many fortunes have been gained & lost
Banyak kekayaan yang telah didapat & hilang
Upon the ocean many ships have crossed
Di lautan banyak kapal yang telah berlayar
Many brilliant souls have lived & died
Banyak jiwa cemerlang yang telah hidup & mati
At the hands of father time I’m not promised, another day
Di tangan waktu sang ayah, aku tidak dijanjikan, satu hari lagi
Still I’m reckless, and time I waste
Namun aku tetap sembrono, dan membuang-buang waktu
All my tears cried in vain
Semua air mataku tertumpah sia-sia
Gaining wisdom
Mendapatkan kebijaksanaan
As beauty fades
Saat kecantikan memudar
Gaining wisdom
Mendapatkan kebijaksanaan
As beauty fades
Saat kecantikan memudar
Many seasons now have come & gone
Banyak musim kini telah datang & pergi
Fleeting memories overwhelm my soul
Kenangan yang cepat berlalu memenuhi jiwaku
And as the hands of fate twist & unwind
Dan saat tangan takdir berputar & terurai
I’m at the mercy............of father time
Aku berada di tangan...........waktu sang ayah