Dibuang ke dalam katakombe yang tak bercahaya.
Wading through infinite torment.
Menyusuri siksaan yang tak ada habisnya.
An eternity of pain and torture befalls these helpless souls.
Sebuah keabadian penuh rasa sakit dan siksaan menimpa jiwa-jiwa tak berdaya ini.
The Apostles now find a new excruciating beginning
Para Rasul kini menemukan awal baru yang menyakitkan.
Reborn into perdition. Rebirth into filth and disease.
Dilahirkan kembali ke dalam kebinasaan. Kelahiran kembali ke dalam kotoran dan penyakit.
The ruler of Hades basks in their screams.
Penguasa Hades berjemur dalam teriakan mereka.
The futile shrieks of those who believe they will be heard.
Teriakan sia-sia dari mereka yang percaya suara mereka akan didengar.
It only reminds them of the flames they will know infinitely.
Ini hanya mengingatkan mereka pada api yang akan mereka kenal selamanya.
Kneel before me, offer me your soul indefinitely.
Bersujudlah di hadapku, tawarkan jiwamu tanpa batas.
For I own your spirits' destiny.
Karena aku memiliki takdir jiwamu.
I will now control your most terrifying vision for eternity
Kini aku akan menguasai visi teror terbesarmu selamanya.
And will enter your minds to know your innermost fright.
Dan akan memasuki pikiranmu untuk mengetahui ketakutan terdalammu.
Welcome to the endless abyss.
Selamat datang di jurang tanpa akhir.
Reverent to pure suffering.
Menghormati penderitaan yang murni.
It is our rapture to see such agony
Kebahagiaan kami melihat penderitaan seperti ini
In the eyes of weakness.
Di mata kelemahan.
For where we dwell, here in this black inferno
Karena di mana kami tinggal, di sini dalam neraka hitam ini
Bliss is a response not made by exhilaration
Kebahagiaan bukanlah reaksi yang muncul dari kegembiraan
But out of immortality and grief.
Tetapi berasal dari keabadian dan kesedihan.
Now begins your everlasting torment.
Kini dimulailah siksaan abadi mu.