Angin musim semi membuat suara yang tidak nyaman saat mimpiku hancur
and my future brakes. I have no more...
dan masa depanku terhenti. Aku sudah tidak punya lagi...
I want to be with you more. I want to be near you.
Aku ingin lebih dekat denganmu. Aku ingin selalu di sampingmu.
I try to hide my weak tears behind a smile, but I can't hide anymore.
Aku berusaha menyembunyikan air mata lemahku di balik senyuman, tapi aku tidak bisa lagi.
My years of dreaming, at the end, will my true self be there?
Bertahun-tahun aku bermimpi, pada akhirnya, akankah diriku yang sebenarnya ada di sana?
I tried so hard to bear with it. I even put out my hand. But what it all comes down to was now;
Aku berusaha keras untuk bertahan. Aku bahkan mengulurkan tanganku. Tapi semua ini berujung pada saat ini;
We're in hell under control of him.
Kita terjebak dalam neraka di bawah kendalinya.
So this is the end I tell you, Lights will be turned off and the stage will turn to darkness.
Jadi ini adalah akhir, kukatakan padamu, lampu akan dimatikan dan panggung akan menjadi gelap.
Let me hear your voice more. I still want to be here.
Biarkan aku mendengar suaramu lebih banyak. Aku masih ingin berada di sini.
Goodbye to an anonymous girl I loved from my heart.
Selamat tinggal pada gadis tak dikenal yang aku cintai dari lubuk hatiku.
I remember the promise we made, by the spring breeze I felt in my back.
Aku ingat janji yang kita buat, oleh angin musim semi yang aku rasakan di punggungku.
My tears mix with blood, and it brings to life my new dream in my heart.
Air mataku bercampur darah, dan itu menghidupkan mimpi baruku di dalam hatiku.
Until our voices go out, at last.
Sampai suara kita lenyap, akhirnya.
Lets sing until our voices go out.
Mari bernyanyi sampai suara kita hilang.