Sebisa mungkin, gelap seperti langit dan bumi, pikiran berputar-putar
As sore as sore the back of the gullet, dizziness
Seperih tenggorokan yang sakit, pusing
You can't catch me, can't catch me
Kau tak bisa menangkapku, tak bisa menangkapku
Can blind birds fly? They can't
Bisakah burung buta terbang? Mereka tidak bisa
I go up the blind stairs intently
Aku naik tangga buta dengan penuh perhatian
Ladies and gantleman, time is over
Tuan-tuan dan nyonya-nyonya, waktu telah habis
Ladies and gantleman, please die
Tuan-tuan dan nyonya-nyonya, silakan mati
My child flowing down the sewer is a piece of incompetence
Anakku yang mengalir di selokan adalah simbol ketidakmampuan
Can't grasp anything with my hands
Tak bisa meraih apapun dengan tanganku
Like a garbage I go back to doing
Seperti sampah, aku kembali melakukan hal yang sama
Whatever I may wish, it's weed life
Apa pun yang aku inginkan, ini hidup seperti rumput
Night and day at the end of the day, all day and so every day
Malam dan siang di ujung hari, sepanjang hari dan begitu setiap hari
I scream even in my dreams I want to become happy
Aku berteriak bahkan dalam mimpiku, aku ingin bahagia
Rosy lipstick My child laughing is a piece of incompetence
Lipstik merah muda, anakku yang tertawa adalah simbol ketidakmampuan
Self torture... abuse... die... wanna forget... I hate
Penyiksaan diri... penyalahgunaan... mati... ingin melupakan... aku benci
The song game of counting petals.
Permainan lagu menghitung kelopak bunga.