Tidak ada jejak kesembuhan.
Your falling tears ignite this selfish feeling.
Air mata yang jatuhmu menyalakan perasaan egois ini.
It keeps me warm to know you're not content.
Rasanya hangat mengetahui kau tidak bahagia.
A quick reminder of our winters spent.
Sekilas mengingat kembali musim dingin yang kita lalui.
As we consume our last moments together, a lesson learned that will haunt us forever.
Saat kita menghabiskan momen terakhir bersama, pelajaran yang akan menghantui kita selamanya.
It took an ending for me to realize, to face these pacts and retract our growing lies.
Butuh sebuah akhir bagiku untuk menyadari, menghadapi perjanjian ini dan menarik kembali kebohongan yang tumbuh.
Don't tell me I was a mistake and you regret every choice we made.
Jangan bilang aku adalah kesalahan dan kau menyesali setiap pilihan yang kita buat.
And think of nothing every time you hear my name and if you don't bow your head and feel ashamed.
Dan tidak memikirkan apa pun setiap kali kau mendengar namaku, dan jika kau tidak menundukkan kepala dan merasa malu.
When our eyes last met I knew that you were not ok, but nothing matters when your surfing on these vibes.
Saat terakhir kita bertemu tatapan, aku tahu kau tidak baik-baik saja, tapi tidak ada yang penting saat kau terhanyut dalam suasana ini.
I have these thoughts of holding hands with you another day.
Aku punya harapan untuk menggenggam tanganmu di lain hari.
There is no cure, there is no cure.
Tidak ada obat, tidak ada obat.
For the sickness that you bring, with what you bring.
Untuk penyakit yang kau bawa, dengan apa yang kau bawa.