kasihku yang terkasih,
I hope this message finds you well
semoga pesan ini sampai padamu dengan baik
as these endless thoughts drip from my soul
seiring pikiran tanpa henti ini menetes dari jiwaku
every single word secretly paints a fairytale
setiap kata secara diam-diam melukiskan dongeng
of when we will melt into one...
tentang saat kita akan menyatu...
eyes forfeit sight to the pain
mata ini kehilangan pandangan karena rasa sakit
cold scalpel's steel whispers tear at my very core
bisikan tajam pisau dingin mengoyak inti diriku
as I cling to memories of you
saat aku berpegangan pada kenangan tentangmu
I am so scared...so scared...I need you with me
aku sangat takut... sangat takut... aku butuh kamu di sisiku
were the last words that I wrote for you enough to tell you
apakah kata-kata terakhir yang kutulis untukmu cukup untuk memberitahumu
that in my death the light that shone through my painful darkness
bahwa dalam kematianku, cahaya yang bersinar melalui kegelapan penuh rasa sakitku
was a blinding vision of your eternal smile?
adalah visi menyilaukan dari senyummu yang abadi?
it's me again,
ini aku lagi,
is it me or am I wrong to be concerned?
apakah ini aku atau aku salah khawatir?
will the beauty of your pen ever cross my eyes again?
apakah keindahan tulisanmu akan pernah terlihat di mataku lagi?
was this all a lie? why?
apakah semua ini hanya kebohongan? kenapa?
were the last words that I wrote for you enough to tell you
apakah kata-kata terakhir yang kutulis untukmu cukup untuk memberitahumu
that in my death the light that shone through my painful darkness
bahwa dalam kematianku, cahaya yang bersinar melalui kegelapan penuh rasa sakitku
was a blinding vision of your eternal smile?
adalah visi menyilaukan dari senyummu yang abadi?
make it stop, make this pounding in my head stop
hentikan, hentikan detak di kepalaku ini
fill my lungs with air, give me one more day to make her dreams come true
isi paru-paruku dengan udara, berikan aku satu hari lagi untuk mewujudkan mimpinya
she understands right? that I'm not coming back...
dia mengerti kan? bahwa aku tidak akan kembali...
she understands right? that I'm not coming back...
dia mengerti kan? bahwa aku tidak akan kembali...
make it stop, make the pounding stop
hentikan, hentikan detak ini
I'm not coming back, I'm not coming back, I'm not coming back...
aku tidak akan kembali, aku tidak akan kembali, aku tidak akan kembali...
I don't know what happened...who would have thought my life would end up like this?
aku tidak tahu apa yang terjadi...siapa yang menyangka hidupku akan berakhir seperti ini?
I didn't mean to hurt her, not hurt her like this...I can't feel my legs
aku tidak bermaksud menyakitinya, tidak seperti ini...aku tidak bisa merasakan kakiku
I can't feel my legs and I can't even cry...how could somebody die like this?
aku tidak bisa merasakan kakiku dan aku bahkan tidak bisa menangis...bagaimana seseorang bisa mati seperti ini?
if my words ever reach you I'll assume you don't care
jika kata-kataku sampai padamu, aku akan menganggap kamu tidak peduli
never knew that silence could cut so deep or that you could twist the blade
tidak pernah tahu bahwa diam bisa begitu menyakitkan atau bahwa kamu bisa memutar pisau
now I curse all of your beautiful lies..
sekarang aku mengutuk semua kebohongan indahmu..
I love you and goodbye...
aku mencintaimu dan selamat tinggal...
were the last words that I wrote for you enough to tell you
apakah kata-kata terakhir yang kutulis untukmu cukup untuk memberitahumu
that in my death the light that shone through my painful darkness
bahwa dalam kematianku, cahaya yang bersinar melalui kegelapan penuh rasa sakitku
was a blinding vision of your eternal smile?
adalah visi menyilaukan dari senyummu yang abadi?
cold scalpel's steel whispers tear at my very core
bisikan tajam pisau dingin mengoyak inti diriku
as I cling to my memories of you...
saat aku berpegangan pada kenanganku tentangmu...