Menyapa tubuhku
Namun tidak dapat di inginkan panasnya
Hatiku ini
Terasa terhempasnya kelakian ku ini
Dengan sikapmu
Apakah karena aku
Insan kekurangan
Mudahnya kau mainkan
Oh mungkinkah diri ini
Dapat merubah buih
Yang memutih
Menjadi permadani
Seperti pinta
Yang kau ucap
Dalam janji cinta
Juga mustahil bagiku
Menggapai bintang dilangit
Siapalah diriku
Hanya insan biasa
Semua itu
Sungguh aku
Tiada mampu
Salah aku juga
Karena jatuh cinta
Insan seperti dirimu seanggun bidadari
Seharusnya aku
Cerminkan diriku
Sebelum tirai hati
Aku buka
Makna Lagu Buih Jadi Permadani
Lagu ini bercerita tentang seseorang yang merasa terluka dan tidak dihargai oleh orang yang dicintainya. Ia mulai mempertanyakan apakah dirinya diperlakukan demikian karena merasa memiliki banyak kekurangan dan tidak sebanding dengan pasangannya. Sikap orang yang dicintainya membuat kepercayaan dirinya runtuh, hingga ia merasa tidak mampu memenuhi harapan yang pernah disampaikan dalam janji cinta mereka.
Pada akhirnya, ia merasa cintanya mungkin terlalu tinggi untuk seseorang seperti dirinya. Ia mengibaratkan keinginannya memenuhi harapan sang kekasih seperti mengubah buih menjadi permadani atau menggapai bintang di langit, sesuatu yang terasa mustahil baginya. Ia bahkan menyalahkan dirinya sendiri karena berani jatuh cinta kepada seseorang yang dianggap begitu sempurna. Jadi, inti lagu ini adalah tentang cinta yang berujung pada rasa rendah diri, kekecewaan, dan perasaan tidak pantas dicintai karena merasa memiliki banyak kekurangan di hadapan orang yang disayangi.




















