Angin menyentuh wajahku
Drying up the tears I shed
Mengeringkan air mata yang kutumpahkan
When did I lose my place
Kapan aku kehilangan tempatku?
Now runner up, a second best
Sekarang jadi yang kedua, bukan yang terbaik
I saw you in the suburbs
Aku melihatmu di pinggiran kota
Walking down the street with her
Berjalan di jalanan bersamanya
(I) told myself I don't care
Kuharap diriku tak peduli
Waiting for time to heal (me)
Menunggu waktu untuk menyembuhkanku
Gone, gone, gone away
Pergi, pergi, jauh pergi
Never looking back
Takkan pernah menoleh ke belakang
Not even a glance
Bahkan tak sekali pun melirik
Every night I cry, cry, cry
Setiap malam aku menangis, menangis, menangis
In my bed
Di tempat tidurku
Wishing I'm not in love with you
Berharap aku tak jatuh cinta padamu
I have no remedy
Aku tak punya obat
To fix my tragedy
Untuk memperbaiki tragediku
Not even cupid can help (it)
Bahkan cupid pun tak bisa bantu
Thought you're my destiny
Kupikir kau adalah takdirku
That we were meant to be
Bahwa kita ditakdirkan untuk bersama
I'm such a fool to believe it
Aku bodoh sekali untuk mempercayainya