Malam tak bersuara
Duduk terdiam
Menimbang makna rasa
Mereka tanya
"Hidup mau ke mana?"
Sampai sekarang
Belum tahu jawabnya
Langkah tertahan, takut jatuh di luka
Doa terucap, tapi meragu di dada
Mau jadi apa?
Oh, mau jadi apa?
Tanya dunia tiap pagi
Cari, masih terus mencari
Mau jadi apa?
Oh, mau jadi apa?
Tak semuanya harus pasti
Tumbuh mengalir, pelan-pelan dari hati
Cermin bertanya, "Apa mimpi besarmu?"
Tapi yang terpikirkan hanya bayang semu
Mau jadi apa?
Oh, mau jadi apa?
Tanya dunia tiap pagi
Cari, masih terus mencari
Mau jadi apa?
Oh, mau jadi apa?
Tak semuanya harus pasti
Tumbuh mengalir, pelan-pelan dari hati (Mengalir, mengalir, mengalir)
Tanya dunia tiap pagi
Cari, masih terus mencari
Mau jadi apa? (Mengalir, mengalir, mengalir)
Oh, mau jadi apa?
Tak semuanya harus pasti
Tumbuh mengalir, pelan-pelan dari hati
Makna Lagu 'Mau Jadi Apa?'
Lirik ini menggambarkan kegelisahan seseorang yang sedang mencari arah hidup di tengah tekanan dari lingkungan sekitar. Pertanyaan seperti āmau jadi apaā terus muncul, namun ia sendiri masih belum menemukan jawabannya. Ada rasa takut gagal, rasa ragu dalam doa, dan kebingungan menghadapi harapan orang lain yang menuntut kepastian, sementara ia sendiri belum siap menentukan tujuan besar.
Namun di balik keresahan itu, lagu ini mengajak untuk menerima bahwa tidak semua hal harus segera pasti. Terkadang hidup perlu dijalani secara perlahan, mengikuti alurnya sambil tumbuh dari dalam diri. Pesannya menenangkan: pencarian itu wajar, keraguan itu manusiawi, dan menemukan arah hidup tidak harus tergesa-gesa.