Ketika aku mendengar ketukan di pintu
I couldn't catch my breath
Aku hampir tidak bisa bernapas
Is it too late to call this off
Apakah sudah terlambat untuk membatalkannya?
We could slip away, wouldn't that be better
Kita bisa pergi diam-diam, bukankah itu lebih baik?
Me with nothing to say, and you in your autumn sweater
Aku tidak punya kata-kata, dan kamu dengan sweater musim gugurmu
I tried my best to hide
Aku berusaha sekuat tenaga untuk bersembunyi
In a crowded room, it's nearly possible
Di ruangan yang ramai, itu hampir tidak mungkin
I wait for you, oh, most patiently
Aku menunggumu, oh, dengan sabar sekali
So I looked for your eyes
Jadi aku mencari matamu
And the waves looked like they'd pour right out of them
Dan gelombang itu terlihat seolah akan mengalir keluar dari matamu
I'll try hard, I'll try always
Aku akan berusaha keras, aku akan selalu berusaha
But it's a waste of time
Tapi itu sia-sia
It's a waste of time if I can't smile easily
Sia-sia saja jika aku tidak bisa tersenyum dengan mudah
Like in the beginning
Seperti di awal
In the beginning...
Di awal...