Hancurkan wajahku
It was the kindest touch you ever gave
Itu adalah sentuhan terindah yang pernah kau berikan
Wrap my dreams around your thighs
Bungkus mimpiku di sekitar pahamu
And drape my hope upon the chance to touch your arm
Dan gantungkan harapanku pada kesempatan untuk menyentuh lenganku
Fabulous muscles
Otot yang menakjubkan
Cremate me after you cum on my lips
Kremasikan aku setelah kau menghabiskan diriku di bibirku
Honey boy place my ashes in a vase
Sayang, tempatkan abuku dalam vas
Beneath your workout bench
Di bawah bangku latihanmu
No romance no sexiness
Tidak ada romansa, tidak ada keseksian
But a star-filled night
Tapi malam yang dipenuhi bintang
Kneeling down before the now familiar flesh
Bersembah di depan daging yang kini sudah akrab
Of your deformed penis
Dari penismu yang cacat
Wigging out before the unfamiliar flesh
Bingung di depan daging yang asing
Of my broken neck
Dari leherku yang patah