Yang telah melahirkan asmara
Di ruang gelap ku menangis
Ribuan kata tak ku tulis
Maafkanlah diriku
Semenjak dia memilih berhenti berjuang
Di tengah-tengah cinta asmara
Duniaku seakan berhenti
Sesal ku di setiap hari
Terlambat tuk mengerti
Malam-malam aku sendiri
Membuka lembaran memori
Andai saja ku tinggalkan dirinya
Mungkin hari ini aku tak kan sendiri begini
Andai saja aku bisa mengulang waktu
Kan ku habiskan bersamamu
Dunia ku seakan berhenti sesal ku di setiap hari
Terlambat tuk mengerti
Malam-malam aku sendiri
Membuka lembaran memori
Andai saja ku tinggalkan dirinya
Mungkin hari ini aku tak kan sendiri begini
Malam-malam aku sendiri
Membuka lembaran memori
Andai saja ku tinggalkan dirinya
Mungkin hari ini aku tak kan sendiri begini
Mungkin hari ini aku tak kan sendiri begini
Makna Lagu 'Malam-malam'
Lagu ini menceritakan penyesalan seseorang yang kehilangan cinta lamanya karena memilih orang lain yang kini justru berhenti berjuang untuk hubungan mereka. Sosok aku-lirik merasakan pukulan berat ketika menyadari bahwa keputusan masa lalu membawa dirinya pada kesepian dan penyesalan mendalam. Ia menangis dalam diam, tak mampu menuliskan semua kata yang ingin ia sampaikan, dan merasa dunia seakan berhenti setelah ditinggalkan.
Setiap malam, ia kembali membuka kenangan lama dan membayangkan bagaimana hidupnya bila ia memilih sebaliknya. Ada kerinduan besar pada cinta yang dulu ia abaikan, disertai harapan yang mustahil: mengulang waktu agar bisa menghabiskannya bersama orang yang benar-benar mencintainya. Pada akhirnya, yang tersisa hanyalah penyesalan, kesendirian, dan keinginan yang tak bisa tercapai hingga ia terus mengulang dalam hatinya, bahwa mungkin hari ini ia tak akan sendiri bila dulu membuat pilihan berbeda.