Ho-woo, a-a-a
Ho-woo, a-a-a
Ho-uu, yeah
Di saat perutmu lapar gak ada makanan
Di saat kamu diundang ke nikahan mantan
Pengen nikah ngeyel aja kehidupan mapan
Ketemu pacar baru matanya jelalatan
Halau itu namanya
Halau itu namanya
Halau itu namanya
Halau
Jangan kira cinta itu sangat mudah kawan
Kubagi menari dari di atas khayangan
Ini bukan hanya pasal suatu perasaan datang
Tapi cinta itu memang dasarnya kenyataan
Walau kau bertemu dengan insan s'lalu perawan
Belum tentu itu berdasarkan rasa sayang
Cukup dengan dia seseorang yang pahlawan
Memberimu penerang disaat kegelapan datang
Halau itu namanya
Halau itu namanya
Halau itu namanya
Halau
Di saat perutmu lapar gak ada makanan
Di saat kamu diundang ke nikahan mantan
Pengen nikah ngeyel aja kehidupan mapan
Ketemu pacar baru matanya jelalatan
Uuh, yaa-hei
Halau itu namanya
Halau itu namanya
Halau itu namanya
Halau
Coba tanya pada hati yang sangat mendalam
Jangan kau rasa ini hanya perih yang kau pendam
Ini perkara cinta sejati yang tumbuh jauh
Dari lubuk hatimu sendiri jadi jangan gengsi
Mengapa cinta harusnya yang engkau cari?
Bukan makna terbentur siapa jati diri
Tapi di kala senyum telah berseri-seri
Kalau dia datang memberimu suara sah yang berarti
Walaupun ku tau kau halau, yeah
Tapi ku percaya kamu (kamu)
Walau seisi dunia menyatakan kau halau
Tapi cinta itu nyata
Uuh, yeah-yeah
Halau itu namanya
Halau itu namanya
Halau itu namanya
Halau
Halau itu namanya
Halau itu namanya
Halau itu namanya
Halau
Halau itu namanya
Halau itu namanya
Halau itu namanya
Halau
Halau itu namanya
Halau itu namanya
Halau itu namanya
Halau
Makna Lagu Halau
Lagu Halau ini punya makna yang cukup unik—dibalut santai tapi sebenarnya ngomongin realita cinta yang nggak selalu indah. Di awal lirik, ada banyak situasi relate kayak lagi susah, diundang ke nikahan mantan, atau pengen buru-buru nikah padahal belum siap. Semua itu digambarkan sebagai "halau", semacam perasaan kacau, bingung, atau tekanan hidup yang bikin kita salah langkah dalam urusan cinta.
Masuk ke bagian tengah, lagunya mulai ngasih pesan yang lebih dalam, cinta itu nggak sesederhana perasaan yang tiba-tiba datang. Bukan cuma soal penampilan atau status, tapi lebih ke siapa yang benar-benar ada buat kita, terutama di saat susah. Jadi cinta sejati itu dilihat dari ketulusan dan kehadiran nyata, bukan sekadar euforia atau gengsi. Di sini juga ditekankan buat dengerin hati sendiri, bukan ikut tekanan luar.
Intinya, lagu ini ngajarin kalau cinta itu harus realistis dan tulus, bukan sekadar ikut emosi atau gengsi. Jangan buru-buru, jangan asal pilih, dan jangan terkecoh sama hal-hal yang kelihatan "wah" di luar. Karena pada akhirnya, yang penting itu siapa yang benar-benar tulus dan bisa jadi tempat pulang, bukan cuma sekadar pelarian.