Yang aku lakukan di waktu yang salah
Tiada kusesali, harus berpisah denganmu
Yang aku sesali adalah caranya
Selalu ku bertanya dalam hatiku,
Menyesal kah dulu engkau memilih aku?
Yang jerih payahnya tak pernah cukup
Untuk selalu memenangkanmu dalam hidup
Tuhan tolong sembuhkan hatinya
Dan maafkanlah aku
Jika akhirnya aku merasa
Dia tak jadi rumah untukku
Benar, dia bidadari yang kupatahkan sayapnya
Yang ku harap bahagia bersamaku manusia biasa
Sejak awal kita memang tak setara
Mati-matian ku memberimu cinta
Namun bahasa cinta kita ternyata amat berbeda
Dia yang paling merdu, kusimpan dalam sebuah lagu
Tanpa sadar lebih dulu melukai hatiku
Untuk selalu memenangkanmu dalam hidup
Tuhan tolong sembuhkan hatinya
Dan maafkanlah aku
Jika akhirnya aku merasa
Dia tak jadi rumah untukku
Benar, dia bidadari yang kupatahkan sayapnya
Yang ku harap bahagia bersamaku manusia biasa
Sejak awal kita memang tak setara
Sejak awal hidup kita memang tak setara
Sejak awal cinta kita tak setara
Makna Lagu Tak Setara
Lagu ini tuh vibes-nya penuh penyesalan tapi juga sadar diri. Intinya tentang seseorang yang memilih pergi bukan karena nggak cinta, tapi karena ngerasa itu keputusan paling benar meski timing-nya salah dan caranya mungkin nyakitin. Dia nggak menyesali perpisahannya, tapi menyesali prosesnya. Ada rasa bersalah yang besar, apalagi karena dia terus bertanya-tanya dulu pasangannya pernah nggak sih nyesel milih dia? Soalnya dia merasa usahanya selalu kurang, nggak pernah cukup buat "menangkan" hati orang yang dia cintai.
Bagian paling dalem ada waktu dia bilang "dia tak jadi rumah untukku" dan "sejak awal kita memang tak setara". Ini bukan cuma soal materi, tapi bisa juga soal value, cara mencintai, atau level kesiapan hidup. Dia sadar mereka beda cara nunjukin cinta "bahasa cinta kita amat berbeda". Jadi meskipun dia udah mati-matian berjuang, tetap aja rasanya nggak nyambung. Dan itu capek banget, karena cinta sendirian nggak akan pernah cukup.
Lirik "bidadari yang kupatahkan sayapnya" tuh metafora yang sakit banget. Dia merasa udah nyakitin seseorang yang begitu baik, yang sebenarnya layak dapat yang lebih setara. Di akhir, lagu ini kayak doaminta Tuhan sembuhin hati mantannya, sekaligus minta maaf karena nggak bisa jadi rumah yang tepat. Ini bukan cerita villain, tapi dua orang yang nggak cocok meski sama-sama tulus. Kadang cinta nggak gagal karena kurang sayang, tapi karena memang dari awal nggak seimbangÂ