Lirik lagu ini menggambarkan perasaan jatuh cinta yang begitu dalam hingga terasa lebih luar biasa dibandingkan hal-hal besar yang pernah ia dengar atau lihat sebelumnya. Di awal lagu, ia menyebut kisah cinta para dewa-dewi dan tujuh keajaiban dunia, dua hal yang biasanya dianggap sangat menakjubkan. Namun bagi dirinya, semua itu terasa kalah ketika ia mendengar nama orang yang ia cintai. Perasaan itu membuat hatinya bergetar dengan cara yang berbeda, seolah kehadiran orang tersebut membawa sesuatu yang jauh lebih istimewa daripada keajaiban apa pun di dunia.
Perasaan itu kemudian digambarkan lewat perumpamaan yang indah, seperti mentari dan pelangi. Sosok yang dicintainya diibaratkan seperti mentari yang menyinari pagi tanpa diminta, yang berarti kehadirannya secara alami membawa kehangatan dan kebahagiaan. Sementara pelangi setelah hujan melambangkan harapan dan keindahan yang muncul setelah kesedihan. Dengan kata lain, orang tersebut mampu menghapus luka dan menghadirkan rasa bahagia hanya dengan kehadirannya.
Di bagian akhir, lirik 'Tuhan beri di depan mata, itu kamu' menegaskan bahwa sosok yang dicintai ini dianggap sebagai anugerah yang diberikan langsung oleh Tuhan. Ia bukan hanya sekadar orang yang disukai, tetapi juga seseorang yang membuat hidup terasa lebih terang dan penuh warna. Karena itulah ia digambarkan sebagai mentari dan pelangi, simbol kebahagiaan, kehangatan, dan keindahan yang membuat hidup terasa lebih berarti.