matahari, kau adalah sinar hidupku
tersenyumlah karena hatiku rindu
senyummu, sebab hatiku sangat merindukanmu
jangan pernah engkau tak bersinar untukku
jangan sekali pun kau redup untukku
karena hangat belaimu nafas dalam hidupku yang rapuh
karena kehangatanmu adalah napas dalam hidupku yang rapuh
hooo yang memerah, wajahku membiaskan
hooo, pipiku memerah, mencerminkan perasaanku
kala bisikan rayumu mendesah di telingaku, sungguh
saat bisikan manismu bergetar di telingaku, benar-benar
hooo dada ini bergetar dan menari
hooo, dadaku bergetar dan berdansa
kala jemari tanganmu mulai menyentuh wajahku, sungguh ku terlalu
ketika jari-jarimu mulai menyentuh wajahku, sungguh aku terlalu
matahari, engkau matahariku
matahari, kau adalah sinar hidupku
tersenyumlah karena hatiku rindu
senyummu, sebab hatiku sangat merindukanmu
jangan pernah engkau tak bersinar untukku
jangan sekali pun kau redup untukku
karena hangat belaimu nafas dalam hidupku yang rapuh
karena kehangatanmu adalah napas dalam hidupku yang rapuh
hooo yang memerah, wajahku membiaskan
hooo, pipiku memerah, mencerminkan perasaanku
kala bisikan rayumu mendesah di telingaku, sungguh
saat bisikan manismu bergetar di telingaku, benar-benar
hooo dada ini bergetar dan menari
hooo, dadaku bergetar dan berdansa
kala jemari tanganmu mulai menyentuh wajahku, sungguh ku terlalu
ketika jari-jarimu mulai menyentuh wajahku, sungguh aku terlalu
matahari
matahari