Lagu Lamis dari Twentynine ini menceritakan tentang rasa kecewa karena dikhianati oleh orang yang sangat dipercaya. Si penyanyi merasa sudah melakukan segalanya demi hubungan mereka, menjaga, menyayangi, dan menemani dengan tulus, tapi ternyata semua itu nggak cukup untuk membuat pasangannya tetap bertahan. Orang yang dulu dipercaya sepenuh hati malah memilih pergi demi seseorang yang dianggap punya lebih banyak waktu untuknya.
Bagian "ibarat lintang tanpo rembulan, sumunar ning ono sing ilang" punya makna yang dalam banget. Diibaratkan seperti bintang tanpa bulan, hidup si penyanyi masih berjalan dan terlihat "bersinar", tapi sebenarnya ada sesuatu yang hilang dalam dirinya. Kenangan tentang hubungan mereka juga masih terus membekas dan bahkan terbawa sampai mimpi, yang nunjukkin kalau dia belum benar-benar bisa move on dari rasa sakit itu.
Di akhir lagu, ada lirik "jebul janji sing mbok ucap wingi mung tembang lamis ing lathi" yang jadi inti dari keseluruhan makna lagu ini. "Lamis" berarti manis di mulut atau omongan manis palsu. Jadi semua janji yang dulu diucapkan ternyata cuma kata-kata indah tanpa bukti nyata. Lagu ini relate banget buat orang yang pernah percaya penuh sama seseorang, tapi akhirnya sadar kalau cintanya cuma dipermainkan.