Aku tidak pernah berpikir itu penting, tidak pernah mengira itu seberapa penting bagiku di mana aku meletakkan kakiku.
I was wrong.
Aku salah.
I drink a strong cup of coffee.
Aku minum secangkir kopi yang kental.
A long time ago, I had a home.
Dulu sekali, aku punya rumah.
A corner where I could be alone.
Sebuah sudut di mana aku bisa sendiri.
So goodbye my solid ground.
Jadi selamat tinggal tanah yang kokoh.
I'm an engine, I won't break down.
Aku seperti mesin, aku tidak akan mogok.
A lonely chord without a song,
Sebuah akor kesepian tanpa lagu,
searching for an orchestration where I belong.
mencari aransemen di mana aku merasa cocok.
Where will I hang up my raincoat when this day is over?
Di mana aku akan menggantungkan jas hujanku ketika hari ini berakhir?
Like a leaf without a tree, nothing to cover over me.
Seperti daun tanpa pohon, tidak ada yang menutupi diriku.
I'm like a character from a story, I don't exist.
Aku seperti karakter dari sebuah cerita, aku tidak ada.
I owe a lot to these kids who are (like) family.
Aku berhutang banyak pada anak-anak ini yang seperti keluarga.
They've helped me out with their endless generosity.
Mereka telah membantuku dengan kedermawanan mereka yang tiada henti.