Lirik Lagu Reeperbahn (Terjemahan) - Tom Waits
X
TIPS PENCARIAN LIRIK FAVORIT ANDA
ANDA MENGETAHUI JUDUL DAN NAMA PENYANYI
- Ketikkan nama penyanyi dan judul lagu, berikan tanda kutip di judul lagu, misal: Yovie "Menjaga Hati";
- bila tidak berhasil, coba untuk mengilangkan tanda kutip, misal: Yovie Menjaga Hati; atau
- dapat juga dengan mengeklik menu A B C D.., lalu cari berdasarkan nama artis. Yovie dimulai dengan Y, klik Y. Lihat daftar lagu, dan dapatkan yang Anda cari.
ANDA TAK MENGETAHUI JUDUL LAGU, TAPI MENGETAHUI NAMA PENYANYI
- Ketik nama penyanyi, misal: YOVIE, akan muncul banyak halaman, telusuri dan pilih dari halaman-halaman tersebut; atau
- klik menu A B C D E ... berdasarkan nama artis Y, cari Yovie, dan cari lirik yang Anda cari.
ANDA TAK MENGETAHUI JUDUL LAGU, TAPI MENGETAHUI SYAIR
- Ketikkan penggalan syair yang Anda ketahui, misal:
Tanpamu tiada berarti
Tak mampu lagi berdiri
Cahaya kasihmu menuntunku
Kembali dalam dekapan tanganmu - Masukkan kata-kata penting. Misal: tiada berarti berdiri cahaya dekapan.
- Hindari kata-kata yang berkemungkinan memiliki ada dua versi atau lebih. Misal: tanpamu dapat ditulis tanpa mu.
TETAP TIDAK DAPAT MENEMUKAN LIRIK YANG ANDA CARI
- Pilih menu A B C D E ... berdasarkan nama artis atau judul lagu.
- Bila masih tidak dapat menemukan lirik yang Anda cari, mungkin kami bisa membantu Anda. Silakan menghubungi kami.
Round the curve of the Parrot BarDi tikungan Bar ParrotA broken-down old movie starSeorang bintang film tua yang sudah hancurHustling and EasternerBergumul dan berasal dari timurBringing out the beast in herMengeluarkan sisi liar dalam dirinyaA high dive in a swimming poolTerjun bebas di kolam renangFilled with needles and with foolsPenuh dengan jarum dan orang-orang bodohThe memories are short but the tales are longKenangan singkat tapi cerita panjangWhen you're in the ReeperbahnSaat kamu di Reeperbahn
They called her Rosie when she was a girlMereka memanggilnya Rosie saat dia masih kecilFor her bright red cheeks and her strawberry curlsKarena pipinya yang merah cerah dan rambut keriting stroberiWhen she would laugh the river would runSaat dia tertawa, sungai akan mengalirSaid she'd become a comedianDia bilang dia ingin jadi komedianOh what a pity, oh what a shameOh, sungguh disayangkan, oh sungguh memalukanWhen she said come calling, nobody cameSaat dia mengundang, tak ada yang datangNow her bright red cheeks are painted onSekarang pipinya yang merah cerah hanya lukisanAnd she's laughing her head off in the ReeperbahnDan dia tertawa terbahak-bahak di Reeperbahn
Now little Hans was always strangeSekarang Hans kecil selalu anehWearing women's underthingsMemakai pakaian dalam wanitaHis father beat him but he wouldn't changeAyahnya memukulinya tapi dia tak mau berubahHe ran off with a man one daySuatu hari dia kabur dengan seorang priaNow his lingerie is all the rageSekarang lingerie-nya jadi trenIn the black on every pageDalam warna hitam di setiap halamanHis father proudly calls his nameAyahnya dengan bangga memanggil namanyaDown there in the ReeperbahnDi sana di Reeperbahn
Now if you've lost your inheritanceSekarang jika kamu telah kehilangan warisanmuAnd all you've left is common senseDan yang tersisa hanyalah akal sehatAnd you're not too picky about the crowd you keepDan kamu tidak terlalu pilih-pilih tentang temanmuOr the mattress where you sleepAtau kasur tempat kamu tidurBehind every window, behind every doorDi balik setiap jendela, di balik setiap pintuThe apple is gone but there's always the coreApelnya sudah hilang tapi selalu ada bijinyaThe seeds will sprout up right through the floorBiji-bijinya akan tumbuh menembus lantaiDown there in the ReeperbahnDi sana di Reeperbahn
Down there in the ReeperbahnDi sana di Reeperbahn
They called her Rosie when she was a girlMereka memanggilnya Rosie saat dia masih kecilFor her bright red cheeks and her strawberry curlsKarena pipinya yang merah cerah dan rambut keriting stroberiWhen she would laugh the river would runSaat dia tertawa, sungai akan mengalirSaid she'd become a comedianDia bilang dia ingin jadi komedianOh what a pity, oh what a shameOh, sungguh disayangkan, oh sungguh memalukanWhen she said come calling, nobody cameSaat dia mengundang, tak ada yang datangNow her bright red cheeks are painted onSekarang pipinya yang merah cerah hanya lukisanAnd she's laughing her head off in the ReeperbahnDan dia tertawa terbahak-bahak di Reeperbahn
Now little Hans was always strangeSekarang Hans kecil selalu anehWearing women's underthingsMemakai pakaian dalam wanitaHis father beat him but he wouldn't changeAyahnya memukulinya tapi dia tak mau berubahHe ran off with a man one daySuatu hari dia kabur dengan seorang priaNow his lingerie is all the rageSekarang lingerie-nya jadi trenIn the black on every pageDalam warna hitam di setiap halamanHis father proudly calls his nameAyahnya dengan bangga memanggil namanyaDown there in the ReeperbahnDi sana di Reeperbahn
Now if you've lost your inheritanceSekarang jika kamu telah kehilangan warisanmuAnd all you've left is common senseDan yang tersisa hanyalah akal sehatAnd you're not too picky about the crowd you keepDan kamu tidak terlalu pilih-pilih tentang temanmuOr the mattress where you sleepAtau kasur tempat kamu tidurBehind every window, behind every doorDi balik setiap jendela, di balik setiap pintuThe apple is gone but there's always the coreApelnya sudah hilang tapi selalu ada bijinyaThe seeds will sprout up right through the floorBiji-bijinya akan tumbuh menembus lantaiDown there in the ReeperbahnDi sana di Reeperbahn
Down there in the ReeperbahnDi sana di Reeperbahn