Saatnya menutup jendela, ini lebih dari sekadar angin sepoi-sepoi
The birds have all gone quiet in the bending trees
Burung-burung sudah diam di pepohonan yang melengkung
They worry about their hollow bones
Mereka khawatir tentang tulang kosong mereka
And wonder will the branches break
Dan bertanya-tanya apakah ranting-ranting itu akan patah
And leave them with no hope no chance against the wind
Dan meninggalkan mereka tanpa harapan, tak ada kesempatan melawan angin
The heart is more an engine than a metaphor for love
Hati lebih seperti mesin daripada sekadar metafora cinta
It's practical, efficient but it's heavy with blood
Ini praktis, efisien, tapi berat karena darah
Heavy on my hollow bones
Berat di tulang kosongku
I wonder will the branches break
Aku bertanya-tanya apakah ranting-ranting itu akan patah
And leave me with hope no chance against the wind
Dan meninggalkanku tanpa harapan, tak ada kesempatan melawan angin
An empty heart, is as light as a feather
Hati yang kosong, se ringan bulu
Filling it with love - is nothing but a tether
Mengisinya dengan cinta - hanyalah sebuah ikatan
Blame it on my heart, as light as a feather
Salahkan hatiku, se ringan bulu
Taking by the wind, when I'm ready to surrender
Terbawa angin, saat aku siap untuk menyerah
With my hollow bones
Dengan tulang kosongku
And all these empty aches
Dan semua rasa sakit kosong ini
And I'm alone, no chance against the wind
Dan aku sendiri, tak ada kesempatan melawan angin
And every time I let love in
Dan setiap kali aku membiarkan cinta masuk
I wonder will the branches break
Aku bertanya-tanya apakah ranting-ranting itu akan patah
And leave me with no hope no chance against the wind
Dan meninggalkanku tanpa harapan, tak ada kesempatan melawan angin
Every time we let love in
Setiap kali kita membiarkan cinta masuk
It's for another chance to fly
Itu untuk kesempatan lain terbang
And maybe we won't spend another night alone
Dan mungkin kita tidak akan menghabiskan malam sendirian lagi