Wooden floors, walls and window sills
Tables and chairs worn by all of the dust
This is a place where I don't feel alone
This is a place where I feel at home
'Cause, I built a home
For you
For me
Until it disappeared
From me
From you
And now, it's time to leave and turn to dust
Out in the garden where we planted the seeds
There is a tree as old as me
Branches were sewn by the color of green
Ground had arose and passed it's knees
By the cracks of the skin, I climbed to the top
I climbed the tree to see the world
When the gusts came around to blow me down
I held on as tightly as you held onto me
I held on as tightly as you held onto me
And I built a home
For you
For me
Until it disappeared
From me
From you
And now, it's time
To leave and turn
To dust
Lirik dan Makna Lagu To Build a Home - The Cinematic Orchestra ft. Patrick Watson
Lagu ini punya makna yang dalam tentang membangun dan kehilangan sebuah "rumah". Rumah dalam lagu ini bukan sekadar bangunan fisik, tapi simbol dari hubungan, kenyamanan, dan rasa memiliki. Di awal lagu, digambarkan suasana hangat dan intim, tempat di mana seseorang merasa tidak sendirian dan benar-benar merasa pulang.
Namun, seiring waktu, rumah itu "menghilang". Bagian ini terasa seperti metafora dari hubungan yang perlahan runtuh atau seseorang yang pergi. Pohon yang tumbuh di taman menggambarkan waktu yang terus berjalan, kenangan yang mengakar, dan usaha untuk bertahan meski angin kehidupan datang menerpa. Lirik tentang berpegangan erat menunjukkan betapa kuatnya usaha untuk mempertahankan sesuatu yang berharga.
Di akhir lagu, ada penerimaan yang tenang tapi menyakitkan. Saat semuanya harus "kembali menjadi debu", lagu ini seperti mengajak pendengar untuk menerima bahwa tidak semua hal yang kita bangun akan bertahan selamanya. "To Build a Home" terasa sangat emosional dan reflektif, cocok untuk momen kehilangan, perpisahan, atau saat kita mengenang sesuatu yang dulu pernah terasa begitu berarti.