HOME » LIRIK LAGU » T » THE BRANDALS » LIRIK LAGU THE BRANDALS

Lirik Lagu Ode Pinggiran Jakarta - the brandals

X

TIPS PENCARIAN LIRIK FAVORIT ANDA

ANDA MENGETAHUI JUDUL DAN NAMA PENYANYI

  • Ketikkan nama penyanyi dan judul lagu, berikan tanda kutip di judul lagu, misal: Yovie "Menjaga Hati";
  • bila tidak berhasil, coba untuk mengilangkan tanda kutip, misal: Yovie Menjaga Hati; atau
  • dapat juga dengan mengeklik menu A B C D.., lalu cari berdasarkan nama artis. Yovie dimulai dengan Y, klik Y. Lihat daftar lagu, dan dapatkan yang Anda cari.

ANDA TAK MENGETAHUI JUDUL LAGU, TAPI MENGETAHUI NAMA PENYANYI

  • Ketik nama penyanyi, misal: YOVIE, akan muncul banyak halaman, telusuri dan pilih dari halaman-halaman tersebut; atau
  • klik menu A B C D E ... berdasarkan nama artis Y, cari Yovie, dan cari lirik yang Anda cari.

ANDA TAK MENGETAHUI JUDUL LAGU, TAPI MENGETAHUI SYAIR

  • Ketikkan penggalan syair yang Anda ketahui, misal:
    Tanpamu tiada berarti
    Tak mampu lagi berdiri
    Cahaya kasihmu menuntunku
    Kembali dalam dekapan tanganmu
  • Masukkan kata-kata penting. Misal: tiada berarti berdiri cahaya dekapan.
  • Hindari kata-kata yang berkemungkinan memiliki ada dua versi atau lebih. Misal: tanpamu dapat ditulis tanpa mu.

TETAP TIDAK DAPAT MENEMUKAN LIRIK YANG ANDA CARI

  • Pilih menu A B C D E ... berdasarkan nama artis atau judul lagu.
  • Bila masih tidak dapat menemukan lirik yang Anda cari, mungkin kami bisa membantu Anda. Silakan menghubungi kami.
Intip malas terang sinar mentariKupaksa kepala kaki berdiriBerat mata tutup 4 jamDimana kutinggal rokok-ku semalam?
Jatuh bangun kuraih sendok nasib-kuTak berubah sejak dua tahun yang laluCekung mata kurus kerontangKopi mie instan kulit membalut tulang
* Tapi ku (dan kau/ tapi kau)(Jangan) tidak pernah menyerahPantang (diulang) jangan tadahkan tanganDi hati semua sama tinggiAtas bawah akan berpindahNyanyikan, nyanyikan saja lagiSuara kita akan terdengar
Terjal aspal debu Kampung MelayuKejar metro mini napas diburuBergulir roda ke timur JakartaJejak kaki tinggalkan banyak cerita
Wajah letih peluh penuh guratan lukaBergulat melawan tembok hati manusiaTak tahan beban tagihan harus terbayarTerjatuh, limbung, bangkit, Ayo coba!
Back To *
Keruh dalam kelam sampah air CiliwungRentang tangan kaki-mu pendek terkurungMengais iba peluh ibu kotaTantang nasib kapan giliran tiba
Disini banyak tercecer rongsok deritaTak sedap bau aroma, palingkan mataBantar Gebang, Kebon Kacang, Prumpung,Tanah Tinggi, Priok, Kemayoran