Dia menatapku dengan panjang dan dingin
and smiled and gazed all over my arm
dan tersenyum sambil memandang seluruh lenganku
she loves to see me get down to ground
dia suka melihatku terjatuh ke tanah
she hasn't time just to be with me
dia tidak punya waktu hanya untuk bersamaku
her face between all she means to be
wajahnya di antara semua yang ingin dia capai
to be extreme, just to be extreme
menjadi ekstrem, hanya untuk menjadi ekstrem
a broken pier on the wavy sea
sebuah dermaga yang patah di lautan yang bergelombang
she wonders why for all she wants to see...
dia bertanya-tanya mengapa untuk semua yang ingin dia lihat...
But I got up and I stomped around
Tapi aku bangkit dan menginjak-injak sekeliling
and hid the piece where the trees touch the ground...
dan menyembunyikan potongan di mana pohon-pohon menyentuh tanah...
The end of truth that lay out the time
Akhir dari kebenaran yang terhampar seiring waktu
spent lazing here on a painting dream
menghabiskan waktu santai di sini dalam mimpi yang dilukis
a mile or more in a foreign clime
sejauh satu mil atau lebih di negeri asing
to see farther inside of me.
untuk melihat lebih dalam ke dalam diriku.
And looking high up into the sky
Dan menatap tinggi ke langit
I breathe as the water streams over me...
Aku bernapas saat air mengalir di atas diriku...