Suatu ketika, ketika ibu kami menelepon,
She had a voice of last year's cough.
Suara beliau seperti batuk tahun lalu.
We passed around the phone,
Kami bergantian menggunakan telepon,
Sharing a word about Oregon.
Berbagi cerita tentang Oregon.
When my turn came, I was ashamed.
Ketika giliran saya tiba, saya merasa malu.
When my turn came, I was ashamed.
Ketika giliran saya tiba, saya merasa malu.
Once when moved away,
Suatu ketika saat dia pindah,
She came to Romulus for a day.
Dia datang ke Romulus selama sehari.
Her Chevrolet broke down,
Mobil Chevrolet-nya mogok,
We prayed it'd never be fixed or be found.
Kami berdoa agar mobil itu tidak pernah diperbaiki atau ditemukan.
We touched her hair, we touched her hair.
Kami menyentuh rambutnya, kami menyentuh rambutnya.
We touched her hair, we touched her hair.
Kami menyentuh rambutnya, kami menyentuh rambutnya.
When she had her last child,
Ketika dia punya anak terakhir,
Once when she had some boyfriends, some wild.
Suatu ketika dia punya beberapa pacar, yang nakal.
She moved away, quite far.
Dia pindah, cukup jauh.
Our grandpa bought us a new VCR.
Kakek kami membeli VCR baru untuk kami.
We watched it all night, we grew up in spite of it.
Kami menontonnya sepanjang malam, kami tumbuh meski begitu.
We watched it all night, we grew up in spite of it.
Kami menontonnya sepanjang malam, kami tumbuh meski begitu.
We saw her once last fall,
Kami melihatnya sekali terakhir musim gugur lalu,
Our grandpa died in a hospital gown.
Kakek kami meninggal dalam pakaian rumah sakit.
She didn't seem to care,
Dia tidak tampak peduli,
She smoked in her room and colored her hair.
Dia merokok di kamarnya dan mewarnai rambutnya.
I was ashamed, I was ashamed of her.
Saya merasa malu, saya merasa malu padanya.
I was ashamed, I was ashamed of her.
Saya merasa malu, saya merasa malu padanya.
I was ashamed, I was ashamed of her.
Saya merasa malu, saya merasa malu padanya.
I was ashamed, I was ashamed of her.
Saya merasa malu, saya merasa malu padanya.