Mereka bilang orang dilahirkan berbeda
But why does it feel like we’re all the same
Tapi kenapa rasanya kita semua sama saja
Us brainwashed into the same system
Kita terprogram dalam sistem yang sama
They expect perfection
Mereka mengharapkan kesempurnaan
So how can we be different
Jadi, bagaimana kita bisa berbeda?
It wasn’t until I saw my reflection
Baru ketika aku melihat bayanganku sendiri
That’s when I woke up and realized
Saat itulah aku terbangun dan menyadari
That the truth had been hidden away from us
Bahwa kebenaran telah disembunyikan dari kita
A sign, an omen, a, a GLITCH
Sebuah tanda, sebuah pertanda, sebuah kesalahan
uishimseureoun i sesangeun wae nareul hollanseureobge halkka
Mengapa dunia yang aneh ini membuatku merasa terasing?
kkeuteopshi maneun gomindeuri nae meorissoge meomulleo
Kepala penuh dengan mimpi yang tak berujung
naneun deoukdeo gachyeoitneun neukkimi deunda
Aku merasakan lebih dalam dari sebelumnya
yeogin eodilkka naega nugulkka nan naega aniya
Di sini, di mana aku? Siapa aku? Aku bukan diriku sendiri
nae jashineul bomyeo naega naega anida
Melihat diriku, aku bukanlah diriku sendiri
raneun geoseul alge doego
Menyadari apa yang seharusnya aku ketahui
geu sungan naneun kkaeeonatta
Saat itu, aku terbangun
nan naega aniya
Aku bukan diriku sendiri
wae geudongan jago isseotteon geonde
Mengapa aku merasa terjebak saat itu?
nan naega aniya
Aku bukan diriku sendiri
ije kkaeeonaseo beoseonaya hae
Sekarang aku harus bangkit dan bergerak
i gongganeseo yeogin eodi nae meorissoge temple
Di ruang ini, di mana ku letakkan pikiranku?
naye jib nareul sogyeo heureum kkaeya haneun tempo
Menemukan rumahku, dengan ritme yang mengalun
himihan mueongareul chajaboryeo aereul sseo
Mencari kekuatan dalam kegelapan yang mendalam
seoseohi du nuneul gameulsurok seonmyeonghaejineun light uh
Cahaya yang semakin jelas saat kedua mataku terbuka
eodum soge nae jashini boilkka jigeum nuneul tteo
Apakah diriku akan muncul dari kegelapan ini? Sekarang, mataku terbuka