Kita hidup dalam ketakutan tidak ada yang mencintai kita
Of feeling like an empty hole
Merasa seperti lubang kosong
With no kind heart or strengthening hand
Tanpa hati yang baik atau tangan yang menguatkan
To light the dark and secret soul.
Untuk menerangi jiwa yang gelap dan tersembunyi.
Behind the walls of lonely protection
Di balik dinding perlindungan yang sepi
Afraid to give for what we may lose,
Takut memberi karena apa yang mungkin kita hilangkan,
And to hide our sin, or let someone within,
Dan untuk menyembunyikan dosa kita, atau membiarkan seseorang masuk,
Everyone will have to choose!
Semua orang harus memilih!
Chorus:
Put your life on the line,
Taruh hidupmu di garis depan,
Give your hand and pledge your time
Berikan tanganmu dan janjikan waktumu
To the love whose lips inflame you
Untuk cinta yang bibirnya membakar semangatmu
Like some ancient and golden wine;
Seperti anggur kuno yang berharga;
And to all itās a start in fulfilling greatest needs in part,
Dan bagi semua, ini adalah awal untuk memenuhi kebutuhan terbesar, sebagian,
For in whatever we dream of what we some day want to be
Karena dalam apapun yang kita impikan tentang apa yang ingin kita capai
Itās a matter of heart.
Ini adalah masalah hati.
We like to think we know what weāre doing,
Kita suka berpikir kita tahu apa yang kita lakukan,
We always like to be in control.
Kita selalu suka mengendalikan segalanya.
The rational mind rules the passionate heart
Pikiran rasional menguasai hati yang penuh gairah
Is what the ancient sages told.
Itulah yang dikatakan para bijak kuno.
But that can sound a little bit hollow,
Tapi itu bisa terdengar sedikit hampa,
When youāre sitting by the fire alone!
Saat kamu duduk sendirian di depan api!
And the rarest old wine tastes of ashes and brine,
Dan anggur tua yang langka terasa seperti abu dan garam,
When youāve no one there to keep you warm.
Saat kamu tidak ada yang menemanimu hangat.
Chorus:
The way in which our pride will stall us,
Cara di mana harga diri kita menghambat kita,
When we know we should be losing control,
Ketika kita tahu seharusnya kita kehilangan kendali,
Puts us in the fear of falling and we let it go!
Membuat kita takut jatuh dan kita membiarkannya pergi!
Our careful words are self-deceiving,
Kata-kata hati-hati kita menipu diri sendiri,
Though we like to call them āpretenseā and āartā,
Meskipun kita suka menyebutnya 'pura-pura' dan 'seni',
But every old line is held in the mind,
Tapi setiap kalimat lama terukir di pikiran,
When itās really just a matter of heart.
Ketika sebenarnya ini hanyalah masalah hati.
Chorus X 2:
Chorus X 2: