Pertama dan terakhir kali aku bertemu dengannya
we were children 7 years by
kami masih anak-anak, tujuh tahun lalu
She held my hand so softly
Dia menggenggam tanganku dengan lembut
She was perfectly shy
Dia sangat pemalu
My family went to wander
Keluargaku pergi merantau
six years in foreign lands
enam tahun di negeri orang
I returned home last evening
Aku pulang ke rumah tadi malam
to take her by my hand
untuk menggenggam tangannya
On about break of morning
Sekitar waktu subuh
I met with my girl
aku bertemu dengan gadisku
she looked at me with crossed eyes
dia menatapku dengan tatapan silang
so I sent her from this world
jadi aku mengirimnya pergi dari dunia ini
I cracked her with my shovel
Aku memukulnya dengan sekopku
she bent my shovel blade
dia membuat mata sekopku bengkok
she still had them crossed eyes
dia masih dengan tatapan silang itu
as I dug her crooked grave
saat aku menggali kuburannya yang miring
This is how it's always been
Begini cara semuanya selalu terjadi
this is how we do things in the country (2x)
begini cara kami melakukan segalanya di desa (2x)
Long late the evening, the rains they came down
Larut malam, hujan pun turun
washed away her crooked grave
membersihkan kuburannya yang miring
washed her straight into town
membawanya lurus ke kota
she nudged against Judge Henry
dia bersandar pada Hakim Henry
she looked at him with cocked eyes
dia menatapnya dengan tatapan miring
Judge Henry's as thick as the best built dam
Hakim Henry sekuat bendungan yang kokoh
but even he knew she’d passed on by
tapi bahkan dia tahu bahwa dia sudah tiada
Later on that evening
Kemudian malam itu
I sought her kinfolk out
aku mencari keluarganya
I asked to sing at her funeral
aku minta untuk menyanyi di pemakamannya
they said, "son we’d be proud"
mereka bilang, "nak, kami akan bangga"
my song it began to bend and break
laguku mulai melengkung dan patah
as the box went in the ground
saat peti itu dimasukkan ke tanah
they dug her a brand new hole
mereka menggali lubang baru untuknya
with walls true up and down.
dengan dinding yang tegak lurus.
this is how it’s always been
begini cara semuanya selalu terjadi
this is how we do things in the country (2x)
begini cara kami melakukan segalanya di desa (2x)
Late in the dark times
Larut di masa-masa kelam
I went creeping round the town
aku merayap keliling kota
Into every pineboard shed
ke setiap gudang papan pinus
all their tools I did found
aku menemukan semua alat mereka
I put them in my vice grip
aku memasukkannya ke dalam penjepitku
turned them to the left and right
memutarnya ke kiri dan kanan
returned them to their toolsheds
mengembalikannya ke gudang alat mereka
straightened out the town with might
meluruskan kota dengan kekuatan
Now when they hoe a garden
Sekarang saat mereka mencangkul kebun
everything angles to the northeast
semuanya miring ke arah timur laut
when they raise a new building
saat mereka mendirikan bangunan baru
well it leans askew and lord does it creak
bangunan itu miring dan oh, bunyinya berderak
Now when they shape a new tool
Sekarang saat mereka membentuk alat baru
from the ones I made unstraight
dari yang aku buat miring
see every which way which they cross it up
lihatlah betapa mereka mengacaukannya
lord these crooked graves
Tuhan, kuburan-kuburan miring ini
they will be our fate.
akan menjadi takdir kita.
This is how it's always been
Begini cara semuanya selalu terjadi
this is how we do things in the country.
begini cara kami melakukan segalanya di desa.




















