Rupanya gerimis, rupanya gerimis mengundang
Dalam tak sedar ku kebasahan
Pernah juga kau pinta perpisahan
Aku sangkakan itu hanyalah gurauan
Nyata kau serius dalam senyuman
( korus )
Bukan sekejap denganmu
Bukan mainan hasratku
Engkau pun tahu niatku
Tulus dan suci
Senang benar kau ucapkan
Kau anggap itu suratan
Sikit pun riak wajahmu
Tiada terkilan
Hanya aku separuh nyawa
Menahan sebak di dada
Sedangkan kau bersahaja
Berlalu tanpa kata
Terasa diri amat terhina kau lakukan
Terasa diri amat terhina kau lakukan
( ulang dari korus )
Sia-sia kukorban selama ini
Jika kasihku, jika hatiku
Kau guris oh oh oh...
Dalam tak sedar ku menangis
Makna Lagu Gerimis Mengundang
Di sisi lain, lagu ini menggambarkan rasa kecewa dan terluka ketika pengorbanan dalam cinta ternyata tidak dihargai dengan cara yang sama. Saat dirinya masih berusaha menahan tangis dan menerima kenyataan, pasangannya justru pergi dengan begitu mudah seolah tidak ada kenangan yang perlu disesali. Keadaan tersebut membuatnya merasa terhina sekaligus mempertanyakan arti dari semua pengorbanan yang telah diberikan. Secara keseluruhan, lagu ini bercerita tentang pahitnya perpisahan yang datang tanpa diduga, terutama ketika seseorang masih menyimpan cinta yang tulus sementara pasangannya sudah memilih untuk pergi.




















