Lirik Lagu Rantau (Sambat Omah) - Silampukau
X
Tips Pencarian Lirik Favorit Anda
Anda Mengetahui Judul dan Nama Penyanyi
- Ketikkan nama penyanyi dan judul lagu, berikan tanda kutip di judul lagu, misal: Yovie "Menjaga Hati";
- bila tidak berhasil, coba untuk mengilangkan tanda kutip, misal: Yovie Menjaga Hati; atau
- dapat juga dengan mengeklik menu A B C D.., lalu cari berdasarkan nama artis. Yovie dimulai dengan Y, klik Y. Lihat daftar lagu, dan dapatkan yang Anda cari.
Anda Tidak mengetahui Judul Lagu, Tetapi Mengetahui Nama Penyanyi
- Ketik nama penyanyi, misal: YOVIE, akan muncul banyak halaman, telusuri dan pilih dari halaman-halaman tersebut; atau
- klik menu A B C D E ... berdasarkan nama artis Y, cari Yovie, dan cari lirik yang Anda cari.
Anda Tidak Mengetahui Judul Lagu, Tetapi mengetahui Syair
- Ketikkan penggalan syair yang Anda ketahui, misal:
Tanpamu tiada berarti
Tak mampu lagi berdiri
Cahaya kasihmu menuntunku
Kembali dalam dekapan tanganmu - Masukkan kata-kata penting. Misal: tiada berarti berdiri cahaya dekapan.
- Hindari kata-kata yang berkemungkinan memiliki ada dua versi atau lebih. Misal: tanpamu dapat ditulis tanpa mu.
TETAP TIDAK DAPAT MENEMUKAN LIRIK YANG ANDA CARI
- Pilih menu A B C D E ... berdasarkan nama artis atau judul lagu.
- Bila masih tidak dapat menemukan lirik yang Anda cari, mungkin kami bisa membantu Anda. Silakan menghubungi kami.
Waktu memang jahanam,
kota kelewat kejam,
dan pekerjaan menyita harapan.
Hari-hari berulang,
diriku kian hilang.
Himpitan hutang. Tagihan awal bulan.
O, demi tuhan, atau demi setan,
sumpah aku ingin rumah untuk pulang!
Tujuh tahun yang lalu,
impian membawaku ke Surabaya: berharap jadi kaya.
–hanya bermodal baju dan seratus ribu, nasib ini kuadu—
Tujuh tahun berlalu,
impianku tersapu di Surabaya: gagal jadi kaya.
–kota menghisapku habis, tubuh makin tipis, dompetku kembang-kempis—
O, demi tuhan, atau demi setan,
sumpah aku ingin rumah untuk pulang.
“Rindu menciptakan kampung halaman tanpa alasan.”
Burung pulang ke sarang, ketam diam di liang,
dan di lautan ikan-ikan berenang.
O, demi tuhan, atau demi setan,
sumpah aku ingin rumah untuk pulang.
“Uang bawa ‘tualang sesat di jalan, menjauhi pulang.”
kota kelewat kejam,
dan pekerjaan menyita harapan.
Hari-hari berulang,
diriku kian hilang.
Himpitan hutang. Tagihan awal bulan.
O, demi tuhan, atau demi setan,
sumpah aku ingin rumah untuk pulang!
Tujuh tahun yang lalu,
impian membawaku ke Surabaya: berharap jadi kaya.
–hanya bermodal baju dan seratus ribu, nasib ini kuadu—
Tujuh tahun berlalu,
impianku tersapu di Surabaya: gagal jadi kaya.
–kota menghisapku habis, tubuh makin tipis, dompetku kembang-kempis—
O, demi tuhan, atau demi setan,
sumpah aku ingin rumah untuk pulang.
“Rindu menciptakan kampung halaman tanpa alasan.”
Burung pulang ke sarang, ketam diam di liang,
dan di lautan ikan-ikan berenang.
O, demi tuhan, atau demi setan,
sumpah aku ingin rumah untuk pulang.
“Uang bawa ‘tualang sesat di jalan, menjauhi pulang.”