Di lingkungan tempat tinggalku
We dont live so good
Kami tidak hidup dengan baik
The rooms are small
Kamar-kamarnya kecil
And the buildings made of wood
Dan bangunannya terbuat dari kayu
I hear the neighbours talking bout you and me
Aku mendengar tetangga membicarakan tentang kamu dan aku
I guess I heard it all
Sepertinya aku sudah mendengar semuanya
cause the talk is loud
Karena obrolannya keras sekali
And the walls are much too thin
Dan dindingnya terlalu tipis
He dont really love her
Dia sebenarnya tidak mencintainya
Thats what I heard them say
Itu yang aku dengar mereka katakan
He sure wasnt thinking of her today, oh no
Dia pasti tidak memikirkan dia hari ini, oh tidak
(he wasnt thinking of her today)
(dia tidak memikirkan dia hari ini)
I saw them in the front yard
Aku melihat mereka di halaman depan
Said the boy in room 149
Kata anak laki-laki di kamar 149
He was talking to a girl Ive never seen before
Dia sedang berbicara dengan seorang gadis yang belum pernah aku lihat sebelumnya
And standing there together, oh they looked so good
Dan berdiri di sana bersama, oh mereka terlihat sangat serasi
I dont want to hear it anymore
Aku tak mau mendengar lagi
(I dont want to hear it)
(Aku tak mau mendengar itu)
I dont want to hear it anymore
Aku tak mau mendengar lagi
(anymore)
(lagi)
cause the talk just never ends
Karena obrolan ini tak pernah berhenti
And the heartache soon begins
Dan rasa sakit hati segera dimulai
The talk is so loud
Obrolannya sangat keras
And the walls are much too thin
Dan dindingnya terlalu tipis
Aint it sad, said the woman down the hall
Bukankah itu menyedihkan, kata wanita di ujung lorong
That when a nice girl falls in love
Bahwa ketika seorang gadis baik jatuh cinta
Aint it just too bad that she had to fall
Bukankah sangat disayangkan dia harus jatuh cinta
For a boy who doesnt care for her at all?
Dengan seorang bocah yang sama sekali tidak peduli padanya?
(its so sad)
(itu sangat menyedihkan)
I dont want to hear it anymore
Aku tak mau mendengar lagi
(I dont want to hear it)
(Aku tak mau mendengar itu)
I just cant stand to hear it anymore
Aku tak tahan mendengarnya lagi
(anymore)
(lagi)
cause the talk just never ends
Karena obrolan ini tak pernah berhenti
And the heartache soon begins
Dan rasa sakit hati segera dimulai
The talk is so loud
Obrolannya sangat keras
And the walls are much too thin
Dan dindingnya terlalu tipis
I dont want to hear it anymore
Aku tak mau mendengar lagi
(cant stand to hear it)
(tak tahan mendengarnya)
(dont want to hear it)
(tak mau mendengar itu)
I just cant stand to hear it anymore
Aku tak tahan mendengarnya lagi
(dont talk about it)
(jangan bicarakan itu)
(cant stand to hear it)
(tak tahan mendengarnya)
Oh, baby, baby
Oh, sayang, sayang
I just cant stand
Aku tak tahan